Rencana PTM 100 Persen Kota Madiun Ditunda

KBRN, Madiun: Rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen untuk siswa jenjang SD dan SMP di Kota Madiun, ditunda. Ini dampak dari adanya klaster BNI 46 Kancab Madiun, yang mengakibatkan dua pelajar di kota Pendekar terpapar covid-19. Masing-masing satu siswa SD Muhammadiyah dan SMPN 2. Padahal sedianya, PTM 100 persen dimulai minggu depan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun, Lismawati mengatakan, pemkot tidak ingin mengambil resiko jika PTM 100 persen tetap dilaksanakan. Sekalipun vaksinasi anak usia 6-11 tahun nyaris tuntas. Manurutnya, jika kondisinya belum memungkinkan, maka untuk sementara waktu, PTM dilaksanakan  secara terbatas. Langkah  itu sekaligus sebagai upaya mengantisipasi penyebaran covid-19, khususnya di kalangan pelajar.

“Karena kondisinya seperti ini adanya klaster BNI, maka kami berhati-hati untuk menjaga supaya tidak terjadi penyebaran lagi. Maka PTMnya masih terbatas dulu, belum jadi 100 persen, supaya kondisinya landai dulu. Kalau sudah aman, baru kami laksanakan PTM 100 persen,” ujar Lismawati dihubungi via sambungan telepon, Jum’at (21/1/2022).

Ia menyebut, skema penerapan PTM terbatas, masih sama seperti sebelumnya, yakni 50 persen siswa dari kapasitas kelas. Untuk jenjang SD, PTM terbatas dilaksanakan dua shift dengan durasi belajar maksimal 3 jam pelajaran per hari. Sedangkan bagi siswa jenjang SMP, diterapkan 50 persen PTM di sekolah dengan durasi belajar maksimal 6 jasm pelajaran per hari, selebihnya mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau diberikan penugasan terstuktur.

“Yang satu kelasnya kemarin ada yang positif, ya melaksanakan PJJ minimal seminggu dari awal ditemukannya kasus,” katanya.

Lismawati menegaskan, karena berdasarkan hasil tracing terhadap siswa dan guru yang dilakukan Dinkes-PPKB di dua satuan pendidikan tersebut hasilnya negatif, maka kemungkinan besar, pekan depan mereka kembali bisa melaksanakan PTM terbatas dengan tetap menerapkan prokes ketat.

Atas kejadian itu ia menghimbau masyarakat tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Penerapan prokes tidak boleh abai. Pun dirinya juga meminta peran serta orang tua siswa dan lingkungan untuk bersama-sama mengawasi dan memberikan edukasi kepada anak-anak agar tetap disiplin menerapkan prokes. Selalu memakai masker ketika beraktifitas, manjauhi kerumunan dan selalu mencuci tangan.

“Tolong kita sama-sama mengawasi. Apalah artinya kalau di sekolah kita awasi ketat, namun ketika pulang anak-anak tidak lagi menerapkan prokes ketat. Ini butuh peran serta kita bersama,” sambungnya.

Senada juga dikatakan Wali Kota Madiun, Maidi. Penundaan PTM 100 persen itu dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian pemkot, agar penyebaran covid-19 di kalangan pelajar tidak meluas.

“Belum (PTM 100 persen.red) dulu, kita masih akan melakukan evaluasi,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar