Awal Tahun, Ada 7 Kasus Demam Berdarah di Kota Madiun

KBRN, Madiun: Pemerintah Kota Madiun bukan hanya perang melawan covid-19, tetapi juga penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Apalagi berdasarkan catatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga (Dinkes-PPKB), sejak awal Januari hingga saat ini sudah ada laporan 7 kasus DBD. Sedangkan selama setahun lalu, terdapat 48 kasus DBD.

Kepala Dinkes-PPKB, dr. Denik Wuryani mengatakan, dari tujuh laporan yang masuk, sebagian besar usia anak-anak. Karenanya Denik menyarankan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, di musim penghujan ini rawan terhadap genangan air yang bisa dijadikan sarang nyamuk Aedes Aegypti.

“Ini kan masih awal tahun, jadi memang mulai ada peningkatan. Makanya kita harus tetap waspada. Masyarakat juga harus mulai care dengan DB, membersihkan lingkungannya, jangan sampai ada tempat-tempat yang tergenang,” ujarnya, Jum’at (21/1/2022).

Denik menyatakan,  sejumlah langkah pencegahan dilakukan oleh Dinkes-PPKB. Salah satunya, fogging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk. Menurutnya, fogging dapat dilakukan jika terdapat kasus DBD, maka petugas puskesmas melakukan penyelidikan epidemiologi.

Apabila ditemukan kasus lain dan jentik nyamuk di 20 rumah lainnya, maka fogging dapat dilakukan. Denik menyebut, fogging dilakukan sebanyak dua kali di lokasi yang sama. Dengan jarak satu pekan setelah fogging pertama dilaksanakan.

“Fogging itu harus kita lakukan secara selektif, kalau kita sembarangan menyemprot, ya bisa membahayakan lingkungan,” ungkapnya.

Untuk itu Denik mengimbau masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta rutin dan melaksanakan 3M plus. Yakni, menguras bak mandi, menutup penampungan air, dan mengubur atau memanfaatkan barang-barang bekas. Plusnya, bisa dengan menggunakan kelambu, lotion, lengan panjang, dan makan makanan bergizi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar