Dua Pelajar Kota Madiun Positif Covid-19

KBRN, Madiun: Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun membenarkan sampai hari ini ada dua pelajar di kota ini yang terkonfirmasi positif covid-19. Yakni siswa kelas 1 SD Muhammadiyah serta pelajar kelas 7 SMPN 2. Keduanya merupakan kakak adik, anak dari salah satu karyawan BNI 46 Kancab Madiun.

Kepala Bidang Kurikulum, Pembinaan Bahasa dan Sastra Dindik Kota Madiun, Slamet Hariyadi mengatakan, seluruh kontak erat dari dua lembaga satuan pendidikan itu telah menjalani swab tes PCR. Baik siswa maupun guru. Totalnya 132 orang dari SD Muhammadiyah dan 40 orang dari SMPN 2. Dari seluruh kontak erat, sampai saat ini hasilnya negatif covid-19.

"Yang siswa SMPN 2, iya itu juga klaster BNI. Jadi karena di satu kelas SMPN 2 itu juga merupakan anak dari karyawan BNI, akhirnya kita tracing. Saya rasa siswa kami tidak ada yang bepergian karena saat itu kan kita pemberlakuan hari liburnya beda dengan daerah lain, sehingga tidak ada riwayat bepergian," kata Hariyadi dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (20/1/2022).

Sebagai langkah antisipasi di SMPN 2, Dindik juga menerapkan upaya yang sama seperti di SD Muhammadiyah. Yakni untuk kelas tersebut dilakukan sterilisasi. Sehingga siswa diarahkan untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Kelas lain tentunya melaksanakan pembelajaran 50 persen," sambungnya.

Hal itu sebagaimana SKB 4 Menteri. Artinya selama ada suspect di satu kelas, maka hanya kelas tersebut yang dilokalisasi. Ditutup sementara sembari dilakukan penyemprotan cairan disinfektan. Jika kasusnya bertambah, maka seluruh siswa di sekolah tersebut menerapkan PJJ.

"Kami berharap penambahan kasus itu tidak terjadi lagi di sekolah," ungkapnya.

Hariyadi menghimbau kepada masyarakat, khususnya siswa untuk tetap tertib dan taat terhadap protokol kesehatan (prokes). Disatu sisi dirinya menyarankan wali murid untuk menjemput putra putrinya ketika selesai PTM di sekolah. Kemudian langsung pulang ke rumah, jangan sampai berbincang dengan durasi waktu yang lama, sehingga menimbulkan kerumunan. Selain itu, penggunaan masker juga sangat penting dan tidak boleh diabaikan.

"Secara tidak sengaja kadang masih banyak yang tidak tertib prokes. Makanya kita ingatkan terus," tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinkes-PPKB Kota Madiun, dr. Denik Wuryani mengakui, buntut dari klaster BNI itu, petugas juga melakukan tracing di dua sekolah, menyasar siswa dan guru. Masing-masing dari SD Muhammadiyah dilakukan swab tes PCR terhadap 132 orang. Yakni 90 siswa dan 42 guru. Kemudian 40 orang dari SMPN 2, rinciannya 27 siswa dan 13 guru. Kesemuanya negatif covid-19.

"Kan kita masih tracing ke sekolah. Paling nggak siswa satu kelas, beberapa guru yang dekat dan nanti dikembangkan ke lapangan dia kontak dengan siapa saja. Mudah-mudahan nggak ada (penambahan.red) lah," ujar dr. Denik.

Sampai saat ini Denik belum mengetahui virus tersebut Omicron atau bukan. Yang pasti, ia menghimbau masyarakat untuk disiplin prokes karena merupakan kunci utama memutus penyebaran covid-19, disamping pelaksanaan vaksinasi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar