Karyawan BNI Positif Covid-19, Walikota: Kita Waspada Omicron

KBRN, Madiun: Sebanyak delapan karyawan BNI 46 kantor Cabang Madiun terkonfirmasi positif covid-19 berdasarkan hasil swab tes PCR. Hal itu yang membuat kantor BNI di Jalan dr. Soetomo, Kota Madiun lockdown mulai Selasa (18/1) hingga Kamis (20/1).

Wali Kota Madiun, Maidi mengatakan, kasus tersebut bermula dari anak seorang karyawan BNI yang lebih dulu diketahui terkonfirmasi positif corona. Selanjutnya satu keluarga ditracing, hasilnya ibu dan ayah (karyawan BNI) juga terpapar. Kemudian, petugas kesehatan kembali melakukan pelacakan terhadap karyawan BNI yang melakukan kontak erat, hasilnya didapati 7 karyawan terkonfirmasi.

“Setelah di swab PCR, mereka semuanya positif (covid-19),” ujar Walikota ditemui usai Musrenbang Kelurahan Nambangan Lor, Selasa (18/1/2022).

Tak ingin kecolongan, Maidi menginstruksikan petugas kesehatan memperbanyak tracing. Hasilnya, ada 149 orang kontak erat di swab tes PCR. Namun hasilnya belum keluar. Ia berharap seluruhnya negatif. Sementara sampel spesimen karyawan BNI yang terkonfirmasi, selanjutnya dikirim ke laboratorium di Surabaya, sebagai bentuk kewaspadaan pemkot terhadap munculnya covid-19 varian baru, omicron.

“Kita ini waspada, kita harus curiga karena omicron begitu cepat penyebarannya. Saat ini ada 149 kontak erat yang kita tes, nanti kita kembangkan lagi. Ini untuk yang positif covid-19 sampelnya kita bawa ke Surabaya, untuk mengetahui ini varian apa,” terangnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Maidi menginstruksikan pelayanan di BNI 46 sementara ditutup alias lockdown. Pun dirinya juga meminta sterilisasi area dilakukan dengan penyemprotan cairan disinfektan. Atas kejadian itu, Maidi menghimbau masyarakat untuk tidak lengah dan selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Prokes jangan sampai lengah, masyarakat jangan lupa vaksin,” kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun, dr. Denik Wuryani menjelaskan, penutupan sementara layanan di BNI 46 dilakukan untuk meminimalisasi penyebaran kasus covid-19.

“Ini akan kita kembangkan lagi untuk mencari sebanyak mungkin kontak erat, yang jelas ini masih ditracing, sehingga saya belum bisa menyampaikan,” kata Denik.

Seperti diketahui, sejumlah karyawan BNI yang terkonfirmasi positif covid-19, saat ini telah menjalani isolasi di rumah sakit rujukan di wilayah Madiun. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayoritas ber-KTP luar Madiun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar