Kota Madiun Serius Perangi Korupsi

KBRN, Madiun: Capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK Kota Madiun cukup tinggi. Yakni dengan nilai final 90,09 persen. Hal itu menandakan bahwa Kota Madiun serius dalam menutup celah untuk terjadinya tindak pidana korupsi dalam setiap kegiatan yang dilakukan. 

Hal itu diungkapkan Wali Kota Madiun Maidi saat menggelar apel di hadapan seluruh pejabat eselon, kepala sekolah, hingga pengawas di lingkup Pemerintahan Kota Madiun di Ngrowo Bening Edupark, Senin (17/1/2022).

"Setelah saya cek di aplikasi selisihnya tidak banyak dengan daerah lain. Ini menandakan bahwa kota kita serius menjalankan kegiatan untuk menghindari korupsi. MCP tinggi perangkap menuju korupsi tertutup," kata Maidi.

Untuk diketahui, MCP merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh KPK untuk memudahkan monitoring upaya koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi yang dioperasikan salah satunya oleh pemerintah daerah. Maka dari itu, menjadi penting jika nilai final MCP berada di angka 90 persen lebih. 

"Maka dari kondisi ini khususnya untuk teman-teman OPD, segala sesuatu yang dilakukan harus berdasarkan aturan. Saya sebagai wali kota tidak ingin ada masalah di OPD," tegasnya. 

Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kinerja yang dilakukan oleh Wali Kota Maidi, Sekda Soeko Dwi Handiarto, Sekertariat DPRD, Inspektorat, dan seluruh perwakilan Kepala OPD, hingga Camat di Kota Madiun. Penandatanganan perjanjian kinerja tahun 2022 itu sebagai komitmen pemkot dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel serta berorientasi hasil. (Kominfo)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar