Kasal Yudo Resmikan Monumen Alutsista TNI AL di Kabupaten Madiun

KBRN, Madiun : Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, meresmikan tiga monumen Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) bersejarah milik TNI AL di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, 

Ketiga Alutsista  yaitu Monumen Pesawat Nomad N-24 P-843 dan Ranjau Tanduk yang berlokasi di Taman Kota Caruban Asti.

Lalu Tank Amfibi PT-76 Korps Marinir TNI AL, serta Meriam M-30 Howitzer 122 MM di Exit Tol Dumpil, Desa Bagi, Kecamatan Madiun.

Yudo mengatakan ketiga Alutsista yang kini menghiasi Kabupaten Madiun tersebut mempunyai nilai sejarah yang tinggi.

"Dulu pesawat-pesawat kecil ini (Nomad N24 P843) yang menjadi pendeteksi kelautan kita dan tank amfibi yang mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut, sehingga memiliki sejarah yang tinggi,"Ujarnya, Minggu (16/1/2022).

Dijelaskan Pesawat Patroli Maritim Nomad N-24 merupakan unsur yang digunakan sebagai kepanjangan mata dan telinga dari KRI TNI AL dalam operasi dan berbagai latihan dan telah menyelesaikan masa baktinya di TNI AL pada tahun 2012.

Sedangkan Tank Amfibi PT-76 merupakan kendaraan lapis baja buatan Uni Sovyet tahun 1951 dan masuk jajaran TNI AL pada tahun 1964.

Lalu Meriam M-30 Howitzer merupakan Meriam buatan Uni Sovyet tahun 1939, memiliki kaliber 122mm senjata ini mampu menghantam lawan hingga jarak 11,8 Km.

Senjata Artileri Medan yang juga digunakan oleh Korps Marinir TNI AL sejak 1961 ini, juga telah melewati berbagai operasi seperti Trikora, Dwikora dan Operasi Seroja.

Yudo berharap monumen Alutsista TNI AL ini bisa menambah keindahan wilayah Kabupaten Madiun, dapat menanamkan nilai patriotisme dan nasionalisme, serta heroisme perjuangan para prajurit TNI AL pada masyarakat khususnya bagi generasi muda.

Sementara itu, Bupati Madiun Ahmad dawami mengatakan adanya monumen tiga Alutsista tersebut akan membawa dampak bagi masyarakat kabupaten Madiun

"Ini membawa dampak psikologis yang luar biasa bagi masyarakat Kabupaten Madiun. Ini menjadi semangat baru dan bisa menjadi penghapus stigma 1948 dimana Kabupaten Madiun tidak sama terlibat,"Ujarnya.

Orang nomor satu di kabupaten Madiun tersebut menambahkan monumen alutsista itu, menambah monumen bersejarah di kabupaten Madiun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar