Nataru, Walikota Madiun: Ada Kebebasan tapi Terbatas

KBRN, Madiun: Pemerintah Kota Madiun memberikan sejumlah kelonggaran saat pelaksanaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Ini setelah pemerintah mencabut penerapan PPKM level 3 di seluruh daerah. Namun demikian, ada pembatasan aturan yang harus dipatuhi masyarakat.

Diantaranya, warga dari luar kota yang datang ke Madiun harus bisa menunjukkan surat bebas covid-19, dibuktikan dengan rapid tes antigen dengan hasil negatif. Pun juga harus bisa menunjukkan surat atau sertifikat vaksinasi covif-19 kepada petugas. Wali Kota Madiun, Maidi mengatakan, mekanismenya, Satgas Covid-19 secara rutin melakukan pengecekan ke tempat-tempat yang ditengarai ramai pengunjung. Tidak menutup kemungkinan, pengecekan dilakukan saat petugas melakukan operasi yustisi.

“Natal dan tahun baru kita ada kebebasan tapi bebas terbatas. Jadi nggak bisa orang luar masuk seenaknya sendiri. Kalau dia nggak punya keterangan sehat ya nggak boleh (masuk Kota Madiun.red),” ujarnya usai menghadiri Rakor tiga pilar persiapan Nataru di aula Kecamatan Taman, Rabu (8/12/2021).

Maidi menyatakan, jam malam maupun lampu PJU turut dibatasi sampai pukul 23.00 WIB. Termasuk pengunjung di pusat perbelanjaan dan fasilitas publik lainnya juga dibatasi hanya 75 persen, dengan mengoptimalkan aplikasi Peduli Lindungi. Upaya itu dilakukan pemkot untuk mengejar zona hijau di seluruh kelurahan se Kota Madiun.

“Kalau sudah hijau ya kita bisa bebas. Tapi kalau sekarang kita bebaskan kemudian level kita menjadi 3 atau bahkan 4, malah bahaya,” imbuhnya.

Karenanya ia tidak bosan mengingatkan warga agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Peran tiga pilar di posko PPKM mikro tingkat kelurahan memiliki peranan sangat penting untuk memberikan edukasi ke masyarakat. Pun juga mengawasi jika ada pendatang dari luar kota.

“Yang bahaya itu lepas masker. Makanya disiplin prokes itu penting,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar