Baperjakat Kota Madiun Godok Mutasi Besar-besaran

KBRN, Madiun: Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) sibuk menggodok mutasi besar-besaran pegawai di lingkup Pemkot Madiun. Perlu kecermatan dalam menganalisis formasi tepat. Agar kekosongan jabatan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) diisi pejabat berkompeten di bidangnya.

Apalagi formasi itu sekaligus disiapkan untuk tancap gas ekonomi dan rem Covid-19 tahun depan. Pun merealisasikan berbagai kegiatan yang telah tertuang dalam APBD 2022. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto  menyebut, mutasi dan rotasi perlu segera dilakukan sebelum memasuki tahapan penyetaraan jabatan struktural menjadi fungsional.

''Pak Wali akan merotasi beberapa eselon II. Ini mulai digodok,'' kata Soeko yang juga menjabat Ketua Baperjakat, Selasa (7/12/2021).

Data yang dihimpun dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Madiun, kekosongan jabatan tersebar di enam OPD. Ada tiga jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) atau setingkat eselon II kosong. Kemudian tujuh administrator atau setingkat eselon III.

''Jadi update data berjalan. Ada yang mendekati pensiun seperti sekretaris Disperkim,'' lanjutnya.

Soeko memastikan bulan ini seluruh kekosongan jabatan terisi. Hal itu sebagaimana target yang diberikan wali kota saat melantik Soeko menjadi Sekda bulan lalu. Setelah kekosongan jabatan struktural terisi, lanjut dia, baru memasuki tahapan penyetaraan jabatan. Diawali konversi jabatan pengawas atau setingkat eselon IV menjadi fungsional ahli muda. Total pejabat eselon IV sebanyak 387 orang. Tersebar di 32 OPD.

Dari total itu, pemkot telah menginventarisir dan mengusulkan 166 pejabat eselon IV disetarakan menjadi fungsional. Penyetaraan itu tidak berlaku bagi kelurahan, kecamatan, sekretariat dinas, dan sekretariat daerah.

''Intinya setelah struktural terisi baru nanti konversi,'' jelas dia.

Terkait susunan organisasi dan tata kerja (SOTK), Soeko mengungkapkan tidak banyak perubahan. Hanya ada penyesuaian nomenklatur.

"SOTK secara prinsip tidak ada pemangkasan. Cuma ada penyesuaian nomenklatur,'' pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar