Walikota Madiun: Persoalan Kemacatan Harus Dipikirkan

KBRN, Madiun: Kondisi kota yang semakin ramai akan berdampak terhadap lalu lintas di Kota Madiun. Karenanya, kajian terhadap lalu lintas, angkutan, jalan, dan jembatan (LLAJ) penting dilakukan. Wali Kota Madiun, Maidi menyatakan, indikasi ramainya kota dilihat dari arus lalu lintas di sejumlah titik yang mulai terjadi kepadatan. Karenanya, persoalan kemacetan perlu dipikirkan bersama.

“Masalah kemacetan harus segera dipikirkan,” ujarnya saat memimpin FGD Pemaparan Laporan Akhir Kajian Rencana Induk Jaringan LLAJ dan Studi Kinerja Luas Jalan bersama Politeknik Transportasi Darat Bekasi di Ruang 13 Balaikota Madiun, Senin (6/12/2021).

Maidi menyatakan, Kota Madiun kini memiliki daya tarik tersendiri. Ini setelah ada beberapa pembangunan fisik yang tuntas dikerjakan. Diantaranya Pahlawan Street Center (PSC) yang menjadi jujugan warga untuk berwisata. Pun juga kawasan Sumber Wangi dan Sumber Umis Kota Madiun.

Dalam FGD tersebut, Pemkot Madiun juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jatim. Sehingga, kajian LLAJ yang dihasilkan kedepan bisa sesuai dengan pembangunan yang menjadi kebijakan Pemprov Jatim. Saat ini, sejumlah upaya telah dilakukan oleh Pemkot Madiun untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas. Salah satunya, dengan membangun kantong-kantong parkir. ‘

Khususnya, di pusat-pusat keramaian. Seperti di Jalan Jawa yang mampu menampung parkir bagi pengunjung Pahlawan Street Center. Juga, berfungsi sebagai transit bagi pengantar anak sekolah di area tersebut.

"Saya harap melalui kajian ini bisa dihasilkan penataan LLAJ yang terbaik bagi kemajuan Kota Madiun," pungkasnya. (Kominfo)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar