Napi Lapas I Madiun dapat Pelatihan PT INKA

KBRN, Madiun: Sebanyak 13 narapidana (napi) kasus penyalahgunaan narkoba Lapas Kelas I Madiun mengikuti rehabilitasi non medis di lapas setempat, Senin (6/12/2021). Bentuk kegiatannya adalah pelatihan menjahit dan bordir. Pelatihan tersebut difasilitasi PT INKA (Persero) dengan menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas I Madiun, Kinanti Satsacayanti mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut. Harapan besar setelah keluar dari Lapas bisa menjadi bekal untuk diaplikasikan ke masyarakat. Pun ilmu yang ia dapat selama pelatihan, akan ditularkan ke WBP lain.

"Ya ini baru kali pertama. Ya senang, karena dapat pengalaman nanti kalau sudah keluar dari sini. Harapannya ya pengen bisa jahit. Kan kerja juga butuh skill," katanya.

Kesempatan yang sama, Kalapas I Madiun, Asep Sutandar mengatakan, pelatihan berlangsung selama lima hari, mulai 6-10 Desember mendatang. Kegiatan kali ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi WBP. Ia berharap, kerja sama dengan PT INKA bisa terlaksana secara kontinyu untuk memberikan bekal keterampilan bagi napi.

"Karena pembinaan di lapas ini tidak hanya bergantung pada yang membina saja dalam hal ini lapas, tapi perlu dukungan pihak ketiga untuk mengembangkan ini. Karena mereka nanti juga akan kembali ke masyarakat. Maka ini dipersiapkan dengan memberikan pelatihan-pelatihan, lalu juga pembinaan baik pembinaan kerohanian, kemandirian dan kepribadian," ujarnya, Senin (6/12/2021).

Sementara itu Direktur Pengembangan PT INKA (Persero), Agung Sedaju mengungkapkan, kerja sama dengan lapas baru kali pertama dilakukan. Karenanya sebagai perusahaan milik BUMN, dirinya menggandeng UNESA yang memiliki jurusan boga, menjahit dan tata busana untuk memberikan pelatihan bagi napi. Bukan hanya menjahit, tetapi juga membuat model agar mereka bisa lebih mandiri.

Pun dalam kesempatan itu, Agung membuka peluang bagi Lapas untuk ikut memamerkan hasil karya warga binaan. Seperti batik akan diberikan space saat pameran. Sedangkan untuk kue produksi lapas kemungkinan bisa dimasukkan kedalam jasa boga PT INKA, utamanya ketika ada rapat maupun menjamu tamu.

"Kami selalu terbuka. Apa yang kami miliki, akan kami berikan. Apa yang kami tidak miliki tetapi dibutuhkan, ya akan kami usahakan," ungkapnya.

Tidak menutup kemungkinan, kedepan INKA akan memberikan pelatihan lain bagi WBP. Apalagi INKA memiliki kemampuan pengelasan maupun membuat panel listrik. Jika ada warga binaan yang memiliki kapabilitas, didukung dengan alat yang dimiliki lapas, maka INKA siap memberikan pelatihan.

"Kami ingin mereka bisa produktif dan mandiri setelah keluar dari sini. Kami berharap banyak, karena bagaimana pun juga kami tetangga lapas," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar