Masyarakat Dilarang Gelar Kegiatan saat Malam Tahun Baru

KBRN, Madiun: Wali Kota Madiun, Maidi melarang masyarakat melakukan kegiatan apapun yang dapat menimbulkan kerumunan saat malam pergantian tahun. Ini sebagai bentuk keprihatinan bersama dari bahaya virus Corona. Apalagi pemerintah telah mengeluarkan aturan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No.62/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). 

Hal itu mengemuka saat rapat koordinasi Forkopimda menyambut Nataru di GCIO Diskominfo, Kamis (2/12/2021). Maidi menyatakan, pihaknya akan menerjunkan tim khusus untuk melakukan pengawasan dan pemantauan di lapangan.

"Nggak boleh ada kegiatan malam tahun baru di masyarakat. Nanti ada tim khusus, satgas kecamatan dan kelurahan, tim tiga pilar turun semua. Kita cooling down dulu, jangan sampai kita yang sudah terkendali ini muncul masalah lagi," katanya.

Dirinya tidak segan membubarkan kegiatan jika ada warga yang nekat melanggar aturan. Pun ia memastikan saat malam pergantian tahun atau 31 Desember malam, Pemkot tidak menggelar kegiatan apapun. Do'a bersama justru dilakukan beberapa hari sebelumnya.

"Malam tahun baru kita nggak ada kegiatan. Do'a bersama kita lakukan jauh hari sebelumnya," imbuhnya.

Sementara itu Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah sebagai upaya mengantisipasi adanya gelombang ketiga ledakan kasus Covid-19. Pun juga memperkuat kembali posko PPKM mikro maupun pengamanan di Kampung Tangguh masing-masing kelurahan.

"Masing-masing kelurahan di Kota Madiun sudah kita minta untuk mengaktifkan kembali posko PPKM Mikro. Ini untuk menyaring siapa yang tetap memaksa mudik. Jika ada pendatang dari luar kota masuk Kota Madiun harus terdata," ungkapnya.

Dewa menyebut, Satgas covid-19 Kota Madiun telah menyiapkan tempat karantina jika ada warga luar kota datang ke Kota Madiun namun tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Lokasinya berada di Wisma Haji. Ia tidak ingin, terjadi ledakan kasus Covid-19 di Kota Madiun. Apalagi, telah muncul varian baru Omicron yang penyebarannya disinyalir lebih cepat.

"Kesadaran masyarakat ini harus tumbuh. Melaporkan ke RT siapa saja yang datang ke wilayahnya. Nanti kita data dan minta dukungan Pemkot untuk melakukan rapid tes antigen," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar