UDD PMI Kota Madiun Buka Layanan Donor Plasma Konvalesen

KBRN, Madiun: PMI Kota Madiun membuka layanan donor  plasma konvalesen di kantor Unit Transfusi Darah (UTD) Jalan Bali. Ini setelah Kota Madiun memiliki alat apheresis Haemonetics seharga Rp600-an juta. Alat tersebut diterima PMI pada Senin (29/11/2021), kemudian dilakukan uji fungsi dan pelatihan kepada petugas.

Kepala Pelayanan UDD PMI Kota Madiun,Dwi Santoso mengatakan, selama pelaksanaan uji coba dua hari ini telah ada dua pendonor plasma konvalesen. Untuk pengambilan 400 mili liter per kantong, membutuhkan waktu sekitar 35 menit.

Lama tidaknya pengambilan plasma konvalesen, tergantung proses sedari awal. Mulai pemasangan alat yang tepat maupun aliran darah yang lancar. Pun plasma yang diambil selanjutnya disimpan dengan suhu -30 derajat celsius dan bisa bertahan hingga satu tahun. Dwi menyatakan untuk saat ini, pendaftaran pendonor plasma konvalesen telah dibuka.

“Kalau sekarang sudah ada pendonor plasma konvalesen kita siap melayani. Nanti kita lakukan seleksi, yang lolos kita verifikasi untuk kita jadwalkan pengambilan darahnya. Kemampuan untuk saat ini mungkin kita batasi maksimal 5 pendonor dalam sehari,” ujarnya ditemui di UDD PMI, Rabu (1/12/2021).

Sementara ini ada lima petugas yang dilatih mengoperasikan alat apheresis Haemonetics. Kedepan, dirinya menargetkan seluruh petugas teknis bisa mengoperasikan. Sebab, pengambilan plasma konvalesen berbeda dengan donor darah pada umumnya. Sebab yang diambil hanya sebagian dari komponen darah yang dibutuhkan. Sedangkan yang tidak dibutuhkan, dikembalikan lagi ke tubuh pendonor.

Selain untuk pengambilan plasma konvalesen, apheresis Haemonetics tersebut bisa juga digunakan untuk memproduksi trombosit maupun terapi. Seperti untuk pasien yang mengalami leukimia maupun kelebihan trombosit.

“Para penyintas covid-19 yang memenuhi syarat untuk donor konvalesen, mari datang ke UDD PMI kota Madiun,” terangnya.

Adapun syarat bagi warga yang ingin melakukan donor plasma konvalesen, yakni berusia 18-60 tahun. Berat badan maksimal 55 kg. Diutamakan laki-laki atau perempuan yang belum pernah hamil. Pernah terkonfirmasi covid-19 dibuktikan dengan surat keterangan sembuh dari dokter yang merawat. Berikutnya tidak memiliki gejala atau keluhan dalam waktu maksimal 14 hari setelah dinyatakan sembuh. Tidak menerima transfusi darah selama enam bulan terakhir dan diutamakan yang pernah mendonorkan darah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar