Kwarcab Pramuka Kota Madiun Siagakan BP13 Bantu Penanganan Bencana

KBRN, Madiun: Antisipasi bencana di Kota Madiun terus dilakukan berbagai pihak. Kali ini giliran Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka menyiapkan Brigade Penolong (BP) 13 untuk membantu penanganan bencana maupun pascabencana.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Madiun Suyoto menyebut, ada 36 anggotanya yang telah mengikuti pelatihan di Ngrowo Bening maupun di Embung Pilangbango. Materi yang diberikan seputar mitigasi bencana. Mereka disiapkan agar sigap memberi pertolongan pertama dan water rescue.

“Ini untuk membantu pemkot dalam penanggulangan bencana. Meski tidak kita inginkan, tapi harus kita antisipasi bersama,’’ kata Suyoto, Senin (30/11/2021).

Dari pelatihan tersebut akan ditentukan anggota yang layak masuk barisan BP 13. Selanjutnya diposkan di dua tenda darurat yang telah didirikan Pemkot Madiun. Yakni, satu di Embung Pilangbango dan satu lainnya di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun.

‘’Kami dari kwarcab memastikan Brigade Penolong 13 siap diterjunkan,’’ ujarnya.

Mereka yang lolos seleksi bakal bergabung dengan 30 anggota BP lainnya. Mereka lebih dulu ditempatkan di pos tenda darurat. Berkoordinasi dengan BPBD, PMI, serta pihak terkait dalam penanganan bencana.

Anggota diminta memperhatikan standard operating procedure (SOP). Tujuannya, agar saat di lapangan dapat menjalankan tugas dengan baik. SOP wajib dipatuhi demi keselamatan anggota.

‘’Untuk menolong orang lain, anggota juga harus memperhatikan keselamatan diri sendiri. SOP harus dipatuhi agar orang yang ditolong mendapatkan pertolongan dan yang menolong juga selamat,’’ ungkapnya.

Jika seluruhnya lolos, total ada 66 anggota BP 13 yang siap diterjunkan. Tugasnya membantu BPBD dan PMI di lokasi bencana. Berdasarkan prediksi BMKG, Kota Madiun berpotensi terjadi hujan es. Itu dipengaruhi curah hujan tahun ini yang diprediksi lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Puncaknya Januari-Februari tahun depan. Ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan puting beliung telah diantisipasi Pemkot Madiun dengan berbagai upaya.

Selain mendirikan dua tenda darurat, personel telah disiagakan di lokasi titik rawan. Termasuk mengecek pompa penyedot banjir, menyiapkan alat berat, hingga kerja bakti bersih-bersih sungai di titik rawan banjir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar