Curah Hujan Tinggi, Warga Tugurejo-Ponorogo Diminta Tetap Waspada

KBRN, Ponorogo : Warga Dukuh Tugunongko  Desa Tugurejo kecamatan Slahung Ponorogo harus tetap siaga mengantisipasi potensi longsor yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Sebagaimana longsor susulan yang masih terjadi sejak sepekan lalu yang membuat puluhan jiwa warga msih harus tertahan di sejumlah titik Pengungsian.

Kepala Desa Tugurejo Siswanto mengatakan ada belasan KK di dukuh Tugunongko Desa Tugurejo Slahung yang rumahnya rawan berpotensi terkena longsoran meski warga sudah mulai melakukan aktivitas kerja seperti ke sawah dan beternak.

Menurut data dari BPBD Kabupaten Ponorogo ada 12 KK yang terdiri dari 31 jiwa yang terdampak tanah longsor. Selain itu tanah longsor  juga menutup akses jalan penghubung antara Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pacitan. Desa Tugurejo  berbatasan langsung dengan dukuh Kali Gondang Desa Gemaharjo Pacitan, sehingga aktifitas terhambat dengan adanya bencana tanah longsor tersebut.

Saat ini tegas Siswanto upaya yang terus dilakukan diantaranya sosialisasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan karena  secara pemetaan desa Tugurejo memang masuk daerah merah  rawan bencana tanah longsor.

“Karena ini sudah langganan dan sejarahnya juga ada termasuk peta resikonya juga ada. Jadi sementara kita hanya memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk selalu hati-hati selalu waspada sejauh ini hanya itu yang bisa kita lakukan,” kata Siswanto, Sabtu (27/11/2021).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya tanah longsor menutup jalan penghubung antara Desa Tugurejo, Ponorogo dengan Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Pacitan. Sabtu, (20/11/2021) lalu Meski tidak ada korban jiwa, namun longsor sempat memutus Jalan penghubung antar Desa Tugurejo dan Dukuh Kali Gondang, Desa Gemaharjo, Pacitan, yang tertimbun material longsoran.

Sementara untuk pembangunan  akses jalan kembali Siswanto mengaku perlu perencanaan yang matang mengingat sulitnya medan dengan kerawanan bencana yang tinggi.

“Ini masuk wilayah Dukuh Tugunongko RT 3 RW 4. Untuk dibangun kembali kayaknya nggak memungkinkan mengingat di atasnya itu juga potensi bencananya luar biasa. Karena di atas itu gunung untuk kembali membuat jalan perlu pemikiran yang matang karena memang rawan,” paparnya.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar