Dinas Pertanian Ponorogo Kekurangan Tenaga Penyuluh Non Tanaman Pangan

KBRN, Ponorogo : Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Kabupaten Ponorogo saat ini mengalami kekurangan tenaga penyuluh, terutama pada bidang non tanaman pangan.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Ponorogo Andi Susetyo menyebut kekurangan tenaga penyuluh terutama pada bidang perkebunan, peternakan dan perikanan. Bahkan untuk bidang peternakan saat ini tidak ada sama sekali, sementara pada perkebunan hanya tersisa satu orang.

Untuk mengatasi kebutuhan di lapangan saat ini para tenaga penyuluh bidang pertanian atau tanaman pangan  juga di fungsikan sebagai penyuluh perkebunan dan peternakan. Sehingga diharapkan para tenaga penyuluh memiliki kemampuan multifungsi, multidisiplin ilmu, dan multi subsektor.

“Tapi sebenarnya Penyuluh yang ada di lapangan khususnya pertanian sudah kita upayakan multifuhgsi karena tenaga penyuluh perkebunan tinggal satu orang. Kalau peternakan memang tidak ada alias sedang kosong,” kata Andi, Jumat (26/11/2021).

Hanya saja Andi menjelaskan untuk bidang perikanan tidak bisa dihandle oleh para tenaga penyuluh dari bidang lain karena membutuhkan keahlian spesifik dan secara kelembagaan bernaung seacara tersendiri pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Memang Potensi lahan sawah kita besar. Tapi komoditas terkait dengan tanaman non pangan seperti holtikultura/perkebunan juga harus difikirkan. Terutama di wilayah perkebunan belum ada tenaganya,” imbuhnya.

Saat ini Dinas Pertanian, Ketahanan dan Perikanan – Dispertahankan Ponorogo sedang mengusulkan 10 tenaga penyuluh pada bidang perkebunan. Andi menambahkan potensi lahan terbesar di kabupaten Ponorogo memang komoditas pertanian, namun beberapa wilayah sentra holtikultura seperti tembakau dan tebu memerlukan perhatian khusus. Terlebih daerah bagian atas yang merupakan wilayah penghasil perkebunan seperti kopi, kakao dan sebagainya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar