IPM Kota Madiun Urutan Ketiga Tertinggi se Jatim

KBRN, Madiun: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun tahun 2021 mencapai 81,25 atau tumbuh 0,34 dibanding tahun 2020, 80,91. Angka itu sekaligus mengantarkan Kota Madiun menempati urutan ketiga dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur setelah Kota Surabaya 82,31 dan Kota Malang 82,04.

Wali Kota Madiun, Maidi mengatakan, IPM Kota Madiun masuk kategori ‘sangat tinggi’. Output yang diinginkan jika IPM suatu daerah tinggi, yaitu penduduknya pintar, umurnya panjang dan sehat serta penduduknya kaya atau bisa hidup layak.

“Jadi maju mundurnya kota itu salah satunya dilihat dari IPM. IPM itu ada tiga indikator yaitu, pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Artinya dibanding kota-kota yang lain dari segi indikator kita cukup bagus. Semua yang dilihat IPM. Memang kita kalah dengan Surabaya dan Malang. Ya jelas lah, dua kota itu PADnya triliyunan rupiah, dia perguruan tingginya banyak, RSnya luar biasa. Nah kita bisa nyaingi itu, hebat,” ujarnya, Jum’at (26/11/2021).

Orang nomor satu di Kota Madiun ini menuturkan, IPM tersebut dapat digunakan sebagai indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. Selain itu dijadikan salah satu indikator target pembangunan pemerintah serta digunakan sebagai salah satu alokator dalam penentuan dana alokasi umum (DAU).

Komponen pembentuk IPM di Kota Madiun diantaranya, Umur Harapan Hidup (UHH) 2021 sebesar 72,83 tahun. Harapan Lama Sekolah ( HLS) 2021 sebesar 14,41 tahun. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) 2021 sebesar 11,37 tahun dan Pengeluaran per kapita (PPP) 2021 sebesar Rp16,095 juta.

Sementara itu berdasarkan data resmi di Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Kota Madiun selama lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Tahun 2017 80,13, tahun 2018 80,33. Kemudian Tahun 2019 80,88, tahun 2019 80,91 dan tahun 2021 mengalami pertumbuhan 0,34 menjadi 81,25.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar