Stok Darah PMI Melimpah, Bahkan Ada yang Dimusnahkan

KBRN, Madiun: Stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Madiun saat ini melimpah, sedangkan permintaannya menurun. Ini seiring menurunnya kasus covid-19 di wilayah setempat. Kondisi ini jauh berbeda dibanding permintaan darah pada awal pandemi covid-19 lalu. Jika sebelumnya permintaan di angka 30-an kantong per hari, saat ini turun tinggal 20-an kantong. Akibatnya, sebagian darah telah mengalami expired, sehingga harus dibuang atau dimusnahkan.

Kepala Pelayanan UDD PMI Kota Madiun, Dwi Santoso tidak merinci berapa banyak darah yang dimusnahkan. Yang pasti, masa berlaku darah maksimal hanya 35 hari dari pengambilan. Kemudian disimpan pada suhu 4 derajat celsius. Jika lebih dari 35 hari, maka darah akan dimusnahkan. Dirinya membenarkan, penurunan permintaan darah terjadi beberapa bulan terakhir. Di mana kasus covid-19 di Kota Madiun melandai, bahkan mengalami penurunan cukup drastis.

“Itu sudah resiko dari sebuah pelayanan ya, kalau ada barang (darah.red) yang tidak terpakai (kurun waktu lebih 35 hari.red) ya tentu akan kita lakukan pemusnahan,” ungkapnya, Jum;at (26/11/2021).

Untuk meminimalisasi stok darah yang tak terpakai atau kadaluarsa, pihaknya mengatur jadwal donasi masyarakat yang melakukan donor di luar kantor. Jika masih bisa diundur, maka akan dilakukan penjadwalan ulang satu hingga dua minggu berikutnya. Dwi menyatakan, pada prinsipnya pelayanan PMI tidak terbatas. Namun yang diutamakan adalah rumah sakit wilayah kota. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika ada RS wilayah lain yang membutuhkan stok darah, bisa datang ke kantor UDD PMI Kota Madiun, Jalan Bali.

“Mau bagaimana lagi wong situasinya seperti ini. Tapi kita tetap memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu stok darah di PMI Kota Madiun sampai Jum’at (26/11/2021), sebanyak 324 kantong. Rinciannya golongan A dan AB masing-masing 38 kantong dan golongan B serta O masing-masing 124 kantong.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar