Hampir 400juta, Santunan BPJS Ketenagakerjaan Untuk Ahli Waris Korban Covid di Magetan

KBRN, Magetan: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Madiun kembali menyalurkan santuan kematian dan beasiswa bagi ahli waris pegawai non ASN serta bantuan subsidi upah 2021. Kali ini giliran ahli waris dan penerima subsidi upah dari kabupaten Magetan mendapat bantuan tersebut secara simbolis di ruang jamuan rumah dinas Bupati, Selasa (19/10/2021). Terinci 5 ahli waris penerima Jaminan Kematian (JKM) masing-masing sebesar Rp 42.000.000, 1 ahli waris penerima Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp 98.923.120 dan 1 ahli waris penerima beasiswa sebesar Rp 63.000.000. Para ahli waris tersebut juga menerima Jaminan Hari Tua (JHT) dengan nominal bervariasi tergantung lama kepesertaan dimana total JHT yang dicairkan senilai Rp 12.802.790. Sementara penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) antara lain dari PDAM Magetan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Pemdes Ngiliran Panekan, Pemdes Kiringan Takeran serta karyawan kantor desa Tambakmas Sukomoro, masing-masing menerima Rp 1.000.000.

Kepala BP Jamsostek Cabang Madiun, Honggy Dwinanda Hariawan mengatakan ahli waris yang menerima tambahan beasiswa adalah yang kepesertaannya minimal 3 tahun.

“Kalau kepesertaannya 3 tahun itu mendapatkan beasiswa untuk 2 orang anak maksimal 174juta. Kalau anaknya masih kecil itu kami tunggu sampai masa sekolahnya masuk artinya memasuki usia sekolah TK usia 5 tahun bisa klaim beasiswanya,” papar Hongki.

Pihaknya turut mengapresiasi Pemkab Magetan yang terus mendorong perangkat desa dan pegawai non ASN menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sehingga apabila terjadi kecelakaan kerja hingga kematian, keluarga yang ditinggalkan masih mendapat perlindungan.

“Hari ini ada penerima santunan dari perangkat desa, Alhamdulillah, ini artinya pemerintah kabupaten Magetan sudah menganggarkan atau mungkin disisipkan dari upahnya. Sehingga upah yang diterima itu bisa diikutsertakan ke BPJS ketenagakerjaan begitu juga dengan non ASN. Dengan demikian kalau misalnya terjadi kematian atau kecelakaan kerja ini bisa mendapatkan santunan 42 juta rupiah,” lanjutnya.

Hongki menambahkan, penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) di kabupaten Magetan mencapai 221 orang dengan total bantuan Rp 221.000.000 yang akan terus dicairkan secara bertahap. BSU merupakan program pemerintah untuk mendongkrak daya beli pegawai berpernghasilan dibawah 3juta serta mengurangi kesenjangan antara ASN dan non ASN.

Dikesempatan tersebut, Bupati Magetan Suprawoto mengimbau agar masyarakat meningkatkan kesadaran berasuransi dengan menjadi peserta badan penjamin kesehatan atau ketenagakerjaan. Dengan konsep gotong royong BPJS, diharapkan tidak ada keluarga yang terlunta maupun anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikan saat tulang punggung telah tiada.

“Saya terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang hari ini memberi subsidi upah dan santunan kematian. Ini bukti bahwa apabila masyarakat mengikuti BPJS ketenagakerjaan itu akan terlindungi. Saya mengikuti BPJS sebelum di sahkan, konsepnya sangat bagus. Kalau ini bener-bener diterapkan dan masyarakat mentaati semuanya saya yakin masyarakat akan terlindungi,” kata Suprawoto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00