Unipma Miliki Guru Besar, Ini Pesan Walikota dan LLDIKTI Jatim

KBRN, Madiun: Kota Madiun kembali memiliki aset baru di dunia pendidikan. Ini setelah dikukuhkannya Rektor Universitas PGRI Madiun (Unipma), Prof. Dr. Parji, M.Pd sebagai guru besar bidang Ilmu Pendidikan Ilmu Sosial, Selasa (19/10/2021).

Wali Kota Madiun, Maidi yang hadir saat pengukuhan mengatakan, gelar akademik tertinggi yang disandang Prof. Parji diharapkan dapat berkontribusi terhadap dunia pendidikan dan kemajuan Kota Madiun. Menurutnya, kiprah Parji selama ini tidak diragukan. Bahkan yang bersangkutan akan dijadikan sebagai konsultan pendidikan di Kota Pendekar.

“Ilmu yang dimiliki beliau insya allah nanti akan digunakan pemda. Kontribusinya yang jelas pemikiran dunia pendidikan itu yang kita harapkan dan saat ini sudah mulai berjalan. Bisa kita lihat bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM-nya) urutan ke-3 se Jawa Timur. Kalau bisa menjadi nomor satu. Hal-hal inilah yang kita butuhkan setelah dikukuhkannya seorang profesor dan dari kampus ini. Masih ada 40-an dosen bergelar doktor ini hendaknya segera menyusul menjadi Profesor,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA mendorong seluruh dosen, utamanya yang telah menempuh pendidikan S-3 untuk mencapai gelar guru besar (profesor). Ini karena Guru Besar di Jawa Timur baru ada 219 orang dari total 23 ribu dosen atau 0,9 persen.

“Jadi memang saya mendorong mereka secara serius, kontinyu, konsisten dan bertahap untuk mencapai jabatan dalam fungsional pendidikan yang paling tinggi itu. Susah memang. Kalau sudah S-3 (bergelar doktor) paling 10 tahunan baru bisa mengajukan untuk mencapai guru besar,” terangnya.

Prof. Soeprapto menjelaskan, jumlah profesor di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) mempengaruhi penilaian akreditasi kampus itu sendiri. Ini karena 60 persen penilaian akreditasi kampus ada pada dosen. Seperti pendidikan dosen, sertifikasi, karya ilmiah, dan jabatan fungsionalnya. Sedangkan 40 persen lainnya digunakan untuk penilaian yang lain. Untuk menjadi seorang profesor para dosen harus banyak menulis di jurnal internasional bereputasi dan jurnal yang terakreditasi di Sinta satu dan dua.

“Pesan saya kebiasaan yang bagus-bagus dari Prof. Parji lanjutkan,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00