Kota Madiun Siapkan Rp8 Milyar untuk Penanganan Darurat Bencana

KBRN, Madiun: Tujuh Fraksi DPRD Kota Madiun akhirnya menerima dan menyetujui Raperda tentang APBD Tahun 2022 meski disertai sejumlah catatan dan masukan. Salah satu catatannya, pemkot diminta menentukan kebijakan dan langkah yang tepat apabila terjadi hal yang darurat. Ini setelah pemkot menganggarkan sekitar Rp8,8 Milyar pada struktur APBD 2022.

Dana tersebut dimasukkan dalam pos belanja tidak terduga (BTT). Anggaran tersebut diperuntukkan membiayai hal-hal darurat seperti terjadinya bencana alam, mengatasi permasalahan pandemi covid-19 atau force majour yang lain.

Wakil Ketua I DPRD Kota Madiun, Istono usai Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan Didahului Pendapat Akhir Fraksi atas Raperda APBD 2022, Selasa siang (19/10/2021) mengatakan, BTT tersebut dapat digunakan untuk keperluan yang sifatnya mendesak dan belum dianggarkan sebelumnya.

“Di BTT itu intinya apa yang menjadi persoalan dan memang belum dianggarkan dan sangat mendesak nanti bisa diambilkan disitu. Makanya kita posting anggarannya disana. Nilainya juga fantastis lebih Rp8 Milyar,” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Madiun, Maidi menyatakan, BTT tersebut digunakan untuk keperluan mendesak yang sifatnya darurat. Seperti penanganan covid-19 yang belum dianggarkan sebelumnya maupun bencana lainnya. Maidi menegaskan, pada struktur APBD 2022, program prioritas pemkot adalah rem covid-19, gas ekonomi.

“Kalau ada keadaan darurat force majour baru kita ambilkan. Anggaran itu belum termasuk anggaran pengadaan vaksin tahun depan. Vaksin itu kalau ada perintah dari kementerian perlu pendanaan seperti itu ya kita cairkan dari BTT itu,” ucapnya.

Seperti diketahui, pada APBD 2022, pendapatan daerah direncanakan sekitar Rp1,004 Triliun. Belanja daerah direncanakan sekitar Rp1,129 Triliun. Rencana defisit anggaran dan pembiayaan netto masing-masing sebesar Rp125 Milyar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00