Pemkot Madiun Tahun Ini Lakukan Pengadaan 4.880 Unit Laptop

KBRN, Madiun: Pemerintah Kota Madiun tahun ini kembali melakukan pengadaan 4.880 unit laptop untuk siswa SD dan SMP Negeri. Ini setelah sebelumnya pemkot sukses melakukan pengadaan 5.425 unit laptop pada tahun 2020. Pengadaan laptop tahap dua ini dianggarkan sekitar Rp35,7 Milyar bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID). 

Kali ini pemkot menggandeng PT Pins Indonesia, anak perusahaan PT Telkom. Penandatanganan kontrak perjanjian pelaksanaan paket pekerjaan pengadaan Laptop antara Dinas Pendidikan dengan PT Pins Indonesia berlangsung di gedung Adhiwiyata Dindik, Jum’at siang (15/10/2021). Program prestisius itu merupakan perhatian khusus dari Wali Kota Madiun Maidi dan Wawali Inda Raya yang disiapkan untuk memajukan dunia pendidikan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan Laptop, Noor Aflah mengatakan, ribuan unit laptop yang dipesan merupakan produk lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN)nya sekitar 42 persen. Ini sejalan dengan program pemerintah, bangga buatan Indonesia.

Spesifikasinya laptop yang dipesan adalah Axioo Mybook Pro G5 (8H9) Intel Core i3-6157U, 8 GB DDR4, 1TB HDD. Layar 14 inch FHD, Wi-Fi, bluetooth, OS windows 10, office open source, tas, garansi 3/3/3.

“Kami menyesuaikan kebijakan tersebut dengan program bangga buatan Indonesia, makanya kami memilih produk lokal merk Axioo,” katanya.

Aflah menyebut, pada pengadaan laptop tahap dua ini, pemkot menerapkan kontrak lumpsum. Artinya pembayaran dilakukan setelah semua barang diterima. Jika laptop tiba tidak sesuai jadwal, maka tidak akan dibayarkan. Pun dalam kontrak lumpsum itu, semua risiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan tersebut sepenuhnya ditanggung oleh penyedia jasa yang melakukan kontrakt, sepanjang lingkup pekerjaan atau gambar dan spesifikasi tidak berubah.

“Saya selaku PPK sangat berhati-hati memilih penyedia. Jadi kita lihat komitmennya dia dengan background dan pengalaman yang cukup baik. Kalau sanksi dari E-Katalog itu adalah ketika tidak sesuai dengan kontrak berarti blacklist,” ujarnya.

Sementara itu General Manager e commerce PT Pins Indonesia, Hernadi Yoga menyatakan komitmennya menyelesaikan pekerjaan pengadaan laptop sesuai kontrak meski waktu penyelesaiannya sangat singkat 77 hari kalender hingga 30 Desember mendatang. Optimisme itu disampaikan karena barang yang dipesan sudah ready. Pun sebelumnya PT Pins Indonesia juga pernah mendapat job serupa di beberapa pemda lain.

“Planningnya memang secara ketersediaan barang kita bekerja sama dengan principal. dan principal sudah memberikan surat bukan hanya kepada kami tapi pihak pemkot atas kesanggupan dari principal untuk menyiapkan barang tersebut. Kita optimis kearah pemenuhan kontrak dan pengawalan kita sangat ketat,” terangnya.

Jika setelah dikirim ada laptop yang mengalami kerusakan, pihaknya telah memberikan jaminan baik dari PT Pins Indonesia maupun principal untuk melakukan penggantian. Pun juga telah disediakan laptop backup cadangan di kantor service center principal yang ada di Madiun.

Adapun harga satuan per unit laptop sebesar Rp7.320.000. Sesuai kontrak, 1.000 unit laptop termin pertama diterima pemkot pada 15 Desember tahun ini. Sedangkan 3.880 unit laptop sisanya, diterima termin kedua pada 20 Desember. Dengan begitu seluruh laptop dijadwalkan sudah terdistribusi ke 56 SD dan 14 SMP Negeri pada 30 Desember 2021. Laptop tersebut rencananya diperuntukkan bagi siswa kelas 5 SD dan kelas 7 SMP Negeri dengan sistem pinjam pakai. Awal tahun depan targetnya laptop tresebut harus bisa digunakan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00