Walikota Ajak Warga Nguri-Uri Petilasan Sejarah Patih Gringsing

KBRN, Madiun : Keberadaan Petilasan Patih Gringsing di Kutho Miring, Kelurahan Demangan mendapat respon dari Walikota Madiun, Maidi. Sembari gowes bersama kepala OPD, dirinya berkesempatan mengunjungi lokasi bersejarah tersebut, Rabu (22/9/2021).

Maidi mengapresiasi antusias warga yang turut serta merawat petilasan tersebut. Karenanya pemkot hadir untuk melakukan perbaikan di lokasi itu karena masuk dalam sejarah Kota Madiun. Nantinya, Sendang dan Masjid Kuncen dengan Petilasan Patih Gringsing di Jalan Setinggil itu akan  dikoneksikan menjadi satu paket kawasan destinasi wisata religi.

“Peninggalan-peninggalan itu kita nguri-uri biar nanti generasi kedepan tahu sejarahnya,” ujarnya.

Namun demikian pihaknya masih menunggu hasil penelitian yang dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. Jika lokasi itu merupakan cagar budaya, maka akan dibangun dengan kosep kuno tanpa menghilangkan bangunan aslinya. Sehingga kesakralannya tetap ada.

“Yang jelas bangunannya nanti kita konsep kuno, jadi kesakralannya ada,” imbuhnya.

Maidi menjelaskan, pemkot telah memiliki konsep pembangunan di Petilasan Patih Gringsing. Yakni diatas petilasan akan dibangun cungkup atau bangunan beratap sebagai pelindung. Termasuk gazebo sebagai tempat berdo’a maupun tempat istirahat.

“Intinya pemkot hadir untuk memfasilitasi masyarakat. Kalau memang dia punya keyakinan berdo’a disini ya biarlah, kita fasilitasi,” bebernya.

Seperti diketahui, kedatangan Maidi di lokasi petilasan Patih Gringsing langsung disambut hangat warga. Tokoh masyarakat setempat, Budi Santosa menyatakan, warga sengaja menyiapkan makanan siap saji untuk di makan bersama. Namun sebelumnya dilakukan do’a agar masyarakat segera dijauhkan dari wabah corona yang saat ini melanda.

“Jadi kami berdo’a agar semuanya sehat dan pandemi covid-19 segera sirna,” ungkapnya.

Makanan siap saji lengkap dengan nasi, sayuran dan ‘ingkung’ pun tampak disediakan warga di sekitar lokasi Petilasan Patih Gringsing. Termasuk jenang ‘sengkolo’ yang ditempatkan di takir dan sendok suru terbuat dari daun pisang. Tak lupa pada kegiatan itu pula, warga diingatkan untuk tetap disiplin protokol kesehatan. Bantuan berupa sembako dari pemkot pun juga digulirkan khususnya bagi warga kurang mampu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00