Jual Jamu Kuat Ilegal, Berakhir Di Penjara

KBRN, Magetan: Seorang penjual jamu illegal, MSR (38) warga Kelurahan Kepolorejo diamankan Kepolisian Resor Magetan. Ia diamankan karena menjual jamu illegal tanpa ijin dari BPOM. Dari pengakuan pelaku, jamu dagangannya kebanyakan merupakan jamu kuat dan didaptkan melalui pembelian online.

Kapolres Magetan AKBP Yakhob Silvana Delareskha mengatakan, pelaku diamankan di kios jamu miliknya di Kelurahan Kepolorejo selain karena tidak memiliki ijin edar juga tidak memiliki keahlian dibidang kesehatan.

“Ini yang kita ungkap TKP di salah satu warung jamu di daerah Kepolorejo kabupaten Magetan. Tersangka saudara MSR 38 tahun waktu kita lakukan penggeledahan tidak memiliki izin edar,” kata AKBP Yakhob Silvana dalam ungkap kasus, Jumat (17/9/2021).

AKBP Yakhob Silvana Delareskha menambahkan dari tangan pelaku polisi  berhasil mengamankan puluhan kardus obat kuat yang dijual pelaku dan uang sebanyak Rp 24.000. Pelaku mengaku sudah 10 tahun terkahir menjual jamu kuat untuk pelanggannya. Selama itu pelaku mengaku tidak memilikiijn untuk menjual maupun mengedarkan jamu yang tidak memiliki ijin BPOM.

“Terdapat barang bukti 12 botol jamu Berkah Madu Madura satu paknya berisikan 100, 16 kotak jamu dengan merek Jakarta Bandung berisikan 10 bungkus. Ini terkait dengan undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan maka kita kenakan pada pasal 197 dan 196 terkait dengan izin edar dan standar mutu BPOM. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun,”lanjutnya.

Polisi akan menjerat pelaku dengan Pasal 197 Undang Undang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak 1 milyar limaratus juta rupiah. Sementara terkait penjualan jamu illegal Polisi akan menjerat pelaku dengan pasal 196 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak satu milyar rupiah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00