387 Peserta Tidak Lolos SKD CPNS Kota Madiun

KBRN, Madiun : Sebanyak 387 dari total 2.966 peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS 2021 Kota Madiun dinyatakan tidak lolos atau terdiskualifikasi. Data tersebut merupakan akumulasi sejak hari pertama seleksi pada Selasa lalu (14/9) hingga Senin (20/9/2021).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kota Madiun, Haris Rahmanudin mengatakan, per sesinya ia mencatat ada 11-12 persen peserta tidak hadir. Itupun tanpa ada keterangan. Sementara itu juga ada sembilan peserta yang tidak mengikuti SKD di Wisma Haji Kota Madiun karena terpapar covid-19

Karena itu, ke-sembilan peserta itu akan dijadwalkan ulang mengikuti SKD CPNS di kantor regional BKN. Baik di Kanreg II BKN Jawa Timur maupun di tempat dimana peserta itu berdomisili.

“Yang tidak hadir tanpa pemberitahuan ya dinyatakan tidak lolos ya. Karena kita juga tidak tau ketidakhadirannya karena apa. Memang ada beberapa yang menyampaikan positif covid-19, itu nanti akan dijadwalkan ulang. Pelaksanaan seleksi di Kanreg. Bisa di Surabaya, bisa di Kanreg daerah lain. Nanti ada pemberitahuan dari BKN kapan pelaksanaannya, yang jelas nunggu peserta sembuh dulu,” ungkapnya, Senin (20/9/2021).

Setelah SKD selesai tahap berikutnya adalah menunggu hasil keseluruhan dari tes CPNS untuk dilakukan perangkingan. Dari situ diambil tiga kali formasi atau rangking 1,2,3 di setiap formasi. Tiga besar peraih nilai tertinggi di setiap formasi itu nanti yang akan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS yang dijadwalkan Desember mendatang. Biasanya, peraih tiga besar SKD akan diumumkan menjelang pelaksanaan SKB.

“Jadi skor dan lolos tidaknya passing grade itu bisa diketahui setelah yang bersangkutan mengikuti SKD. Ada di layar monitor mereka. Tapi untuk melihat masuk tiga besar atau tidak kan harus nunggu dulu secara keseluruhan, melihat pesaingnya juga. Otomatis kalau tidak masuk tiga besar berarti ya tidak lolos,” katanya.

Haris menjelaskan, perangkingan merupakan kewenangan pemerintah pusat dalam hal ini BKN, tanpa ada campur tangan panitia seleksi daerah (panselda). Pihaknya hanya sebatas mengumumkan. Kemungkinan, SKB nanti diikuti 348 peserta. Namun demikian jumlah itu bisa berkurang karena di setiap formasi tidak semuanya memenuhi passing grade.  Untuk lokasi tesnya, panselda menunggu informasi lebih lanjut dari panitia pusat. Sementara itu untuk SKB PPPK non guru dilaksanakan Selasa (21/9/2021) diikuti 20 peserta di Wisma Haji Kota Madiun.

“Seperti formasi kedokteran itu yang lolos passing grade hanya ada 1, 2 saja. Makanya jumlah peserta SKB CPNS bisa jadi berkurang. Besok itu SKB PPPP non guru ya, mudah-mudahan semua peserta hadir,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00