Siswa SMP Kota Madiun Mulai Jalani PTM Terbatas

KBRN, Madiun: Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas jenjang SMP Kota Madiun resmi dimulai, Senin (20/9/2021). Uji coba kali ini dilaksanakan di delapan SMP Negeri. Yakni SMPN 1-7 dan SMPN 13. Uniknya, siswa yang hendak mengikuti PTM, sebelumnya menjalani rapid tes antigen di sekolah masing-masing. Pun juga diperuntukkan bagi siswa yang sudah menjalani vaksinasi covid-19. Hal itu diketahui saat Walikota bersama Dindik dan Dinkes melakukan peninjauan di SMPN 2.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun, Lismawati mengatakan, dari empat SMPN yang dikunjungi, hasil rapid tes antigen siswa seluruhnya negatif. Dengan begitu, ia berharap PTM bisa berjalan lancar tanpa khawatir terpapar covid-19. Meski demikian ia mengingatkan seluruh warga sekolah untuk tetap disiplin protokol kesehatan (prokes).

"Rapid antigennya giliran. Jadi satu kelas di rapid, kemudian setelah selesai bergantian dengan kelas yang lain. Kalau hasilnya negatif, PTM bisa dilaksanakan di kelas," ujarnya.

Ia menyatakan, PTM terbatas per kelas hanya diikuti 50 persen siswa dari total kapasitas. Pun juga diatur jarak tempat duduknya serta diwajibkan mengenakan masker. Teknis PTM selama masa uji coba satu Minggu ini, tidak diberlakukan shift melainkan hanya satu shift atau gelombang. Yakni 50 persen PTM di sekolah, selebihnya mengikuti daring di rumah secara bergantian. PTM terbatas ini dilakukan dengan durasi waktu 2,5 jam per hari. Dimulai pukul 07.00 WIB hingga maksimal pukul 10.00 WIB.

"Ini delapan sekolah dulu, untuk sekolah lain nanti menyusul setelah siswanya divaksin. Jadi pantauan kami, seluruh orang tua mengizinkan putra putrinya masuk sekolah," tambahnya.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, kebijakan merapid tes antigen pelajar sebelum PTM, baru ada di Kota Madiun. Cara tersebut diklaim sebagai upaya Pemkot mendeteksi dini kesehatan siswa sebelum mengikuti PTM. Pada rapid tes massal tersebut, pihaknya melibatkan petugas dari laboratorium swasta yang sudah bekerja sama dengan Pemkot.

"Di Kota Madiun memang anak yang masuk sekolah ini yaitu yang sudah divaksin. Setelah divaksin, sebelum masuk kelas di hari pertama ini saya RT-Antigen. Jadi satu sekolah satu laboratorium. Apabila ada yang positif, kita bawa ke rumah sakit. Alhamdulillah sampai saat ini dari empat sekolah yang saya kunjungi ada 1.200 anak yang di rapid antigen. Hasilnya negatif semua," ungkapnya.

Maidi menuturkan, rapid tes antigen bagi siswa itu bertujuan untuk memastikan kesehatan siswa dan seluruh warga sekolah. Jika hasilnya negatif, maka ketika bertemu sesama temannya maupun anggota keluarga di rumah tidak khawatir terkonfirmasi covid-19. Disatu sisi jika ada orang tua siswa yang belum divaksin, maka disarankan ikut mendaftarkan diri di sekolah.

"Kalau anak-anak sudah divaksin, sudah di rapid maka ketemu sama yang sehat jadinya aman. Dengan begitu kota ini benar-benar terjaga sampai di lini bawah," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00