PKL Alun-alun Caruban Dapat Penyuluhan Bahaya Narkoba

KBRN, Madiun :  Sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba)  perlu terus dilakukan dengan berbagai cara dan menyasar semua kalangan, tidak terkecuali para pedagang kaki lima (PKL).  Bertempat di paseban alun-alun Caruban Kabupaten Madiun, Jumat (17/9/2021)  sekitar 130 PKL  mendapat penyuluhan dari polres Madiun. Kegiatan ini bertujuan agar PKL  yang berjualan di alun-alun Caruban tidak berhubungan dengan narkoba baik sebagai pengedar maupun pengguna.  Menurut koordinator PKL  Caruban, Erik Setiawan, pihaknya berterimakasih atas kepedulian pihak kepolisian untuk mencegah peredaran narkoba di kalangan PKL dan telah memberikan trik agar jauh dari barang yang dilarang itu.

“Orang-orang polres juga memberikan himbauan  dan memberikan beberapa trik piye ben gak terjadi. Bahwa sampeyan ora nganggo wae, sampeyan bisa kenek hukum lan pasal. Narkoba dan juga miras  tadi dijabarkan di sini”, katanya.

Ia menilai, penyuluhan tentang bahaya narkoba yang dilakukan saat para PKL beristirahat setelah melakukan kerja bhakti itu sangat bermanfaat.  Terlebih, anggota PKL di Caruban yang berjumlah sekitar 170  orang sebagian besar adalah ibu-ibu, sehingga mereka bisa mencegah  putra-putrinya dari penyalahgunaan narkoba. Disinggung mengenai  kepatuhan menerapkan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penularan covid-19, Erik menjelaskan bahwa setiap  PKL di alun-alun Caruban diwajibkan untuk  memakai masker.

“Jadi seluruh pedagang diwajibkan untuk memakai masker. Agar kiranya nanti kalau pedagang sudah pakai masker, bisa ngandhani pengunjung sing gak pakai masker”, kata laki-laki beusia 38 tahun itu.

Meskipun saat ini Kabupaten Madiun telah berada pada level 1 bersama 8 daerah lain di Jawa Timur, kegiatan PKL di alun-alun Caruban dibatasi hingga pukul 21 WIB.  (Haryo)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00