Asuransi, Solusi Gagal Panen ?

KBRN, Ngawi : Padi menjadi komoditas yang dominan di Kabupaten Ngawi, namun ada juga komoditas yang berkembang di Kabupaten Ngawi seperti tanaman tembakau. Cuaca yang tidak menentu menjadi ancaman kualitas tanaman hingga gagal panen bagi petani baik padi maupun tembakau. Untuk meminimalisir kerugian dampak gagal panen ataupun bencana, pemerintah menyarankan petani untuk meng-asuransikan tanamannya.

Kabid Perkebunan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi Wibowo kepada wartawan menyampaikan cuaca di bulan Semptember tahun ini memang kurang mendukung bagi petani tembakau. Sehingga petani tembakau merasa gelisah, sebab khawatir tanaman tembakau rusak. Kedepan, untuk meminimalisir kerugian, pemerintah menyarankan petani untuk mengasuransikan tanamannya.

“Memang bulan ini untuk di bulan September ada curah hujan turun tiga kali, bahkan cuaca masih redup-redup mendung, itu sangat mengganggu petani tembakau, bikin gelisah. Untuk kedepan, di cukai, kan ada Dana DBHCHT yang dialokasikan di Kesmas itu ada asuransi dan subsidi harga“kata Wibowo(16/9).

Hal senada disampaikan Kasi Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi Hasan Zunairi menyampaikan bagi petani padi yang berada di daerah rawan bencana, dapat mengasuransikan tanamannya. Misal untuk daerah rawan banjir di Kabupaten Ngawi antaralain di Kecamatan Kwadungan. Sehingga dapat meminimalisir kerugian bila terjadi gagal panen.

“Untuk daerah-daerah yang endemis itu otomasti kita masukkan AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) itu ada kita asuransinya, bisa perorangan tapi pendaftarannya lewat kelompok, per hektarnya kita banyak Rp 36.000, yang Rp. 144.000 subsidi pemerintah, jadi totalnya satu hektar itu Rp. 180.000, petani hanya bayar Rp. 36.000“kata Hasan(15/9).

Hasan menjelaskan bila terjadi gagal panen, petani mendapat kompensasi sekitar Rp 6 juta rupiah untuk tiap satu hektar lahan padi.(Mk)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00