Disuntik Vaksin, Ini Kata Siswa SD dan Walimurid

KBRN, Madiun : 1.108 siswa kelas 6 SD Negeri dan swasta di Kota Madiun berusia 12 tahun menjalani vaksinasi covid-19. Penyuntikan vaksin dipusatkan di SDN 02 Mojorejo, Kamis (16/9/2021). Vaksinasi bagi siswa di 72 lembaga sekolah itu berlangsung tiga gelombang dibagi per kecamatan. Dimulai siswa SD di wilayah Kecamatan Taman, Manguharjo dan Kartoharjo.

Seorang peserta vaksinasi dari SD Muhammadiyah, Rafli Ahmad Irfansyah mengaku sempat was-was mendapat suntikan vaksin. Namun demikian dirinya tetap memberanikan diri. Ia berharap setelah divaksin, bisa segera melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Biar sehat, biar terhindar dari covid-19," katanya.

Perwakilan orang tua siswa, Damayanti merasa lega putranya divaksin covid-19. Dengan begitu PTM jenjang pendidikan dasar bisa segera berlangsung tanpa khawatir terpapar Corona. Demi mendampingi putranya divaksin, ia rela izin sehari tidak masuk kerja sebagai abdi negara. Disatu sisi ia mengaku lebih setuju anaknya belajar PTM di sekolah ketimbang daring (online) di rumah karena dinilai pembelajarannya kurang maksimal.

"Kan pengen segera tatap muka, jadi dengan vaksin ini ya menyambut dengan senang. Khawatir anaknya kenapa-kenapa setelah divaksin itu pasti ada. Tapi ini demi anak biar cepat masuk sekolah. Dengan vaksin kan imun tubuh anak bisa lebih bagus," ujarnya.

Senada juga diungkapkan Dwi Leliana, perwakilan walimurid. Dirinya sangat mendukung program vaksinasi bagi siswa agar kekebalan tubuh bisa terbentuk, sehingga PTM dapat segera terlaksana. Ia juga mengaku lega, putranya telah divaksin anti-korona.

"Ya setuju saja divaksin biar anaknya cepat tatap muka di sekolah. Kan kasihan anaknya sudah kelas 6, takutnya ketinggalan pelajaran. Kalau tatap muka kan gurunya tau, muridnya belajar itu seperti apa. Karena kalau di rumah kan bisa saja yang mengerjakan orang tuanya. Kalau di sekolah kan guru bisa menerangkan," ungkapnya.

Seperti diketahui, jenis vaksin yang disuntikkan kepada 1.108 siswa SD di Kota Madiun adalah sinovac. Mereka dijadwalkan mengikuti vaksinasi dosis kedua dengan interval waktu 28 hari atau 14 Oktober mendatang. Adapun Dinas Pendidikan menjadwalkan PTM terbatas siswa SD dimulai 27 September mendatang. Khususnya bagi siswa kelas 4,5 dan 6.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00