Semboyan 20.20.20, Kunci Evakuasi Saat Gempa Dan Tsunami

KBRN, Madiun: Hingga saat ini para ilmuan belum bisa menciptakan alat yang dapat memprediksi kejadian gempa bumi dan tsunami. Sehingga yang dapat dilakukan hanyalah merumuskan cara evakuasi saat terjadi gempa terlebih yang berotensi tsunami.

Secara matematis, jika gempa di daratan dirasakan selama 20 detik maka akan muncul gelombang setinggi lebih dari 25 meter dilautan. Estimasi kedatangan air ke daratan adalah 29 menit dengan ketinggian lebih dari 15 meter.

“Misal kejadian gempa 8,7 skala Richter, genangan air itu bisa mencapai 5 sampai 6 km ke pusat kota. Genangan itu sendiri nanti (prakiraan) sampai di kantor BPBD aja bisa 11-12 meter, semakin ke utara nanti semakin rendah. Jadi masyarakat harus mengetahui ancaman genangan di tempat saya ada berapa meter, berarti nanti saya harus lari kemana. Saat ini gencar-gencarnya kami memberikan peta rambu rambu jalur evakuasi,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Diannita Agustinawati dalam dialog Kentongan, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga: Prediksi Tsunami 28 Meter, Warga: Kami Sudah Siap

Dari perhitungan tersebut menekankan pentingnya masyarakat memahami semboyan 20.20.20. Semboyan tersebut sangat berguna bukan hanya bagi masyarakat lokal namun juga turis mengingat pesisir pantai identik dengan tempat wisata.

“Masyarakat harus selalu mengingat 20.20.20, itu merupakan golden time atau waktu kita untuk bisa menyelamatkan diri. Arti dari 20.20.20 ini apabila kita merasakan gempa bumi kurang lebih 20 detik dengan kekuatan yang sangat besar, maka kita mempunyai waktu evakuasi atau melarikan diri itu sekitar 20 menit dan kita harus menuju ketinggian kurang lebih 20 meter. 20 meter maksudnya tidak harus mutlak 20 meter namun diartikan bahwa jika ada gelombang tsunami kita harus mencapai tempat yang setinggi-tingginya,” lanjut Nita, sapaan akrabnya.

Semboyan 20.20.20 dapat menjadi patokan sehingga masyarakat dapat melakukan evakuasi tanpa komando, sirine maupun peringatan lain. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi korban jiwa maupun materi.

Selain semboyan 20.20.20, Nita menambahkan, masyarakat juga perlu mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul yang telah ditentukan biasanya ditandai dengan rambu petunjuk. Titik kumpul akan menjadi tempat evakuasi pertama dengan ketinggian yang telah terukur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00