Jangan Asal Isoman, Jangan Asal Ke RS Rujukan

KBRN, Madiun: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan masyakarat untuk tetap berada di rumah dan menerapkan protokol isolasi mandiri, terutama bagi yang mengalami gejala ringan COVID-19. Protokol isolasi mandiri dikeluarkan pemerintah dengan tujuan untuk mengurangi penularan. Pasalnya, virus Corona mudah sekali menyebar dan dapat menyebabkan gejala yang berat dan berakibat fatal.

dr. Sri Hening dari RS DKT Madiun mengungkapkan, pemahaman akan pentingannya isolasi mandiri di rumah dapat mengurangi beban tenaga medis sehingga pasien yang benar-benar urgen dapat segera mendapat penanganan.

“Alur pelayanan covid-19 sudah dibuat pemerintah. Tujuannya agar dapat memilah kondisi pasien, yang mana yang bisa isolasi mandiri di rumah, RS darurat (isolasi terpusat) dan RS Rujukan. Sehingga harapannya tidak terjadi antrean panjang di RS Rujukan dan pasien dapat tertangani dengan baik,” kata dr. Sri Hening.

Namun dr. Sri Hening menegaskan tidak semua orang yang terinfeksi virus corona dapat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Menurutnya, masyarakat dengan salah satu kriteria berikut sebaiknya tidak menjalani isolasi mandiri di rumah yakni bergejala Covid-19 sedang hingga berat, berusia di atas 45 tahun, memiliki komorbid, tidak punya tempat isolasi mandiri.

"Untuk masyarakat, yang bergejala sedang, berat, atau berusia di atas 45 tahun, atau memiliki komorbid, dan atau tidak memiliki tempat yang memadai melakukan isolasi mandiri, kami mohon untuk tidak melakukan isolasi mandiri," ujar dr. Sri Hening.

Kondisi urgen dimana penderita harus langsung dibawa ke pihak medis ialah saat muncul keluhan baru atau keluhan yang memberat, misalnya demam tinggi disertai batuk terus-menerus dan sulit bernapas. Begitu pun jika hasil pengecekan kadar oksigen berada di bawah 95 persen, Anda disarankan untuk segera menghubungi rumah sakit terdekat, meskipun Anda tidak merasakan gejala sesak napas.

Simak penjelasan lengkap dalam sesi dialog, Senin (2/8/2021) pukul 08.00 WIB di AM 1008 KHz, FM 99,7 MHz dan FM 96,7 MHz serta tonton tayangannya di kanal youtube RRI MADIUN.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00