Dirikan Dapur Umum Upaya Pemkot Madiun Tingkatkan Kerukunan Warga

KBRN, Madiun: Peduli terhadap sesama memang seharusnya dilakukan. Apalagi di situasi pandemi covid-19 seperti saat ini. Banyak masyarakat yang menjalani isolasi mandiri (isoman) kesulitan mengakses bahan makanan untuk makan sehari-hari. Jangankan mencari makan, keluar rumah pun tidak diperkenankan karena dikhawatirkan bisa menularkan virus ke orang lain.

Di Kota Madiun justru sebaliknya. Pemkot telah menginisasi pembuatan dapur umum di setiap rukun tetangga (RT) yang jumlahnya 1.025 RT. Di dapur umum tersebut satu pedagang kaki lima (PKL) diberdayakan bekerja sama dengan dasawisma untuk mencukupi kebutuhan pangan warga isoman.

Salah satunya di Dapur Umum RT 24, RW 07 Jalan Banda, Kelurahan Madiun Lor. Anggota Dasawisma, Wiwik Endarini mengatakan, semua yang memasak makanan untuk warga isoman adalah ibu-ibu yang tergabung dalam dasawisma dibantu PKL setempat. Ada 5 dasawisma masing-masing mengirimkan perwakilannya untuk terlibat dalam dapur umum. Meski awalnya sempat was-was, namun upaya itu merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama.

“Namanya ada penyakit kan ya ada (rasa was-was), tapi namanya peduli sama tetangga ya akhirnya kembalinya ke situ. Jadi sudah tidak ada rasa khawatir yang berlebihan. Saling bahu membahu. Kita guyub rukunnya disitu. Kalau bahannya kita selain dari pemerintah, kita juga dari hasil jimpitan warga RT 24 dan dari kelompok dasawisma ibu-ibu, dan ada dari warga yang secara pribadi membantu,” kata Wiwik, Jum’at (23/7/2021).

Lurah Madiun Lor, Tri Mardiana menyatakan, dapur umum tersebut telah ada sejak 5 Juli lalu. Fungsinya untuk membantu mencukupi pangan bagi warga isoman. Bantuan sembako yang ada, selanjutnya dikelola oleh PKL dan dasawisma kemudian didistribusikan sehari tiga kali. Pagi, untuk sarapan, makan siang dan makam malam. Di RT 24 saja, lanjutnya, saat ini masih ada enam orang yang menjalani isoman.

Dapur Umum : PKL dan Dasawisma di Kota Madiun sibuk mempersiapkan makanan bagi warga isoman.

“Untuk dapur umum ada beberapa sumber. Ada jimpitan, terus ada dari relawan warga, bantuan dari BPD Kelurahan dan pemkot. Dikelola di dapur umum atau dimasak oleh dasawisma secara bergantian, jadwalnya sudah ada,” ucapnya.

Seorang warga yang menjalani isoman, Bambang Budi Sambodo beserta istrinya, Hermin tidak dapat menyembunyikan kebahagiannya. Meski dilanda musibah terpapar corona, dirinya sangat bersyukur atas kepedulian dan perhatian warga sekitar terhadap dirinya. Dengan begitu, ia tidak lagi khawatir untuk kebutuhan makan selama isoman.

“Jadi orang sakit covid-19 yang diserang mental. Saya betul-betul bahagia sekali hari ini. Terimakasih saya ucapkan kepada warga Jalan Banda sama Pemkot Madiun bahwa saya sudah diperhatikan seperti ini,” terangnya.

Senada juga diungkapkan Hermin, guru salah satu SMP negeri di Kota Madiun. untuk makan sehari-hari selama isoman, dicukupi oleh warga melalui dapur umum.

“Alhamdulillah kita untuk makan sehari-hari selama isoman kami disuplai. Alhamdulillah kami dikelilingi oleh orang-orang yang baik,” sambungnya.

Sementara itu Walikota Madiun, Maidi menuturkan, satu RT satu dapur umum tersebut diinisiasi sebagai upaya pemberdayaan PKL yang turut terdampak akibat pandemi covid-19.  Selain itu juga menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.

Di dalam dapur umum tersebut, seluruh bahan makanan disuplai oleh pemkot. Termasuk modal bagi PKL. Mereka dipersilahkan menjual makanan di lingkungan RT-nya  masing-masing, sekaligus bekerja sama dengan dasawisma memasakkan warga yang isoman. Sehingga warga yang menjalani isolasi mandiri tidak lagi khawatir, sebab pemerintah hadir menjamin kebutuhan pangan agar tidak mengalami kesulitan.

“Dengan pola-pola seperti ini bisa merukunkan tetangga semuanya. Mengompakkan juga. Di mana ada warga isolasi ya kita bantu, butuhnya apa. Sehingga kerukunan ini tidak hanya sesaat. Tapi kalau barangnya sudah ada, yang dimasak sudah ada, pemerintah hadir disitu tahan lama. Paling tidak mereka menyiapkan tenaganya saja. Saya sendiri sebagai walikota tenang. Kalau warga itu kompak, rukun, yang sakit disengkuyung bareng kan senang,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Madiun ini menjelaskan, makanan yang dimasak di dapur umum tersebut tidak asal-asalan. Pihaknya melibatkan ahli gizi dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) setempat. Dengan begitu gizi warga yang isoman terpenuhi untuk meningkatkan imun. Tidak hanya makanan, di dapur umum yang ada di masing-masing RT, juga disediakan vitamin dan masker gratis. Pun untuk kebutuhan air minum juga disuplai dari PDAM Tirta Taman Sari setempat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00