PPNI Catat 218 Nakes di Madiun Raya Terpapar Covid-19

KBRN, Madiun: Ratusan tenaga kesehatan (nakes) dari Madiun Raya dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19. Jika satu-persatu nakes bertumbangan di saat kasus meledak, tidak menutup kemungkinan daerah menghadapi krisis tenaga medis. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Korwil IV (Barat) Jawa Timur melaporkan data per 17 Juni sedikitnya 218 nakes di Madiun Raya terkonfirmasi positif Covid-19.

Rinciannya delapan nakes dari Kota Madiun, 13 nakes satu diantaranya meninggal di Kabupaten Madiun. Kemudian dua nakes satu diantaranya meninggal dari Ngawi. 71 Nakes empat diantaranya meninggal dari Magetan. 92 nakes satu diantaranya meninggal dari Ponorogo serta 32 nakes satu diantaranya meninggal dari Kabupaten Pacitan.

Koordinator PPNI Korwil IV (Barat) Jatim Tjahja Bintoro mengatakan, jika dalam 14 hari seluruh masyarakat serentak disiplin prokes dipastikan kasus dapat kembali melandai. Bahkan tidak menutup kemungkinan pandemi berangsur berakhir. Syaratnya, disiplin prokes sekaligus pengurangan mobilisasi dilakukan secara serentak di seluruh daerah.

“Jika menyepelekan kasusnya tidak akan pernah tuntas. Jadi  kami prihatin, tidak bisa ditawar lagi kesadaran bersama disiplin prokes karena itu memang diperlukan untuk mengakhiri pandemi ini,” ujarnya, Rabu (23/6/2021).

Tjahja turut prihatin dengan kondisi akhir-akhir ini yang terjadi di masyarakat. Mereka mayoritas telah bosan dengan pandemi berkepanjangan hingga akhirnya tidak percaya lagi dengan adanya Covid-19. Sebagai bentuk pelampiasan, mereka teledor prokes. Bahkan enggan lagi mengenakan masker. Tjahja mengungkapkan, banyaknya nakes yang terkonfirmasi menjadi momentum membangkitkan kesadaran kolektif. Pada sisi lain, nakes juga terikat sumpah kode etik, sehingga wajib memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Apa yang menjadi penyebab kasus naik? Ya karena masyarakat abai. Jika nakes banyak yang kena siapa yang akan merawat? Apakah kami akan dikorbankan? Sementara kita juga punya keluarga,” katanya.

Sementara itu Walikota Madiun, Maidi menyatakan, Pemkot tidak henti-hentinya mengingatkan warganya untuk tidak abaik protokol kesehatan. Sebab hal itu menjadi kunci utama memutus rantai penyebaran covid-19.

"Prokes itu tidak boleh ditinggalkan. Siapapun yang masuk Kota Madiun itu kita wajibkan bermasker. Tidak ada alasan mereka tidak prokes," terangnya.

Orang nomor satu di Kota Madiun ini tidak menampik jika kasus aktif covid-19 akhir-akhir ini mengalami peningkatan. Karana itu penerapan 5M wajib dilaksanakan bersama. (Foto:Dok)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00