Revitalisasi Terminal Purboyo Madiun Dikonsep Setara Stasiun

KBRN, Madiun: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merevitalisasai terminal bus Tipe A agar memiliki fasilitas setara dengan Stasiun. Revitalisasi salah satunya dilakukan di Terminal Penumpang Tipe A Purboyo Kota Madiun dengan konsep kekinian.

Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Purboyo Madiun, Suyatno mengatakan, proyek tersebut dikerjakan PT. Cipta Karya Multi Teknik dengan pengawas CV. Prisma Karya Nusantara. Sesuai kontrak pembangunan proyek dikerjakan selama tiga bulan (90 hari), sejak 18 Mei lalu.

Menurut Suyatno, revitalisasi terminal dikerjakan dengan sistem multiyears. Artinya, tidak hanya diselesaikan dalam satu tahun anggaran melainkan beberapa tahun anggaran. Sedianya revitalisasi tahun ini digelontor anggaran Rp10 Milyar bersumber dari APBN. Namun karena sebagian dana digunakan untuk refocusing dampak pandemi covid-19, sehingga nilai kontraknya Rp7,5 Milyar.

“Karena multiyears, tahun ini fokus revitalisasi untuk yang bagian depan dulu. Baik taman, parkir, pintu gerbang terminal, pemasangan box culvert di saluran air, pagar keliling juga parkir dan landasan untuk busnya yang di dalam. Karena dana yang kita terima ada pengurangan, maka belum ada pembongkaran bangunannya,” ujarnya, Rabu (23/6/2021).

Suyatno menyebut, jika nantinya digelontor anggaran lagi dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan, maka pembongkaran bangunan gedung, baru dapat dilakukan. Sesuai Detail Enginering Desain (DED), landasan Terminal Purboyo Kota Madiun yang ada saat ini akan berkurang atau dipersempit.

Artinya, kedepan di bagian dalam sisi utara terminal akan dibangun pertokoan serta kemungkinan juga akan dibangun hotel/penginapan. Dengan konsep baru itu, ia memperkirakan pintu masuk bus ke terminal akan mengalami pergeseran ke sisi selatan yakni persis di barat Mushola Terminal. Sementara keberadaan pintu utama yang ada saat ini, kemungkinan tetap dipertahankan untuk akses masuk menuju pertokoan maupun penginapan.

“Konsepnya terminal yang kekinian ini nanti. Bisa dibilang kedepan itu setara dengan Stasiun. Jadi di area terminal itu steril. Pedagang di warung yang biasanya bisa masak di terminal, nanti kalau terminalnya sudah jadi ya nggak boleh lagi. Harus steril, bersih untuk kenyamanan masyarakat juga,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00