Bangun Proyek 0 Kilometer, Ini Rekayasa Lalin di Kota Madiun

KBRN, Madiun: Pemerintah Kota Madiun akan melakukan rekayasa arus lalu lintas di simpang empat Tugu. Ini seiring dimulainya penataan sekaligus peletakan batu penanda 0 kilometer. Rekayasa lalin tersebut akan dimulai 21 Juni hingga 1 Oktober mendatang.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, simpang empat tugu utamanya dari arah utara atau Jalan Pahlawan tidak bisa lurus ke Jalan Cokroaminoto. Pun penerapan rekayasa lalin fleksibel melihat kondisi di lapangan. Menurut Maidi jika proyek selesai dikerjakan, maka akses jalan kembali dibuka seperti sedia kala.

Karenanya ia meminta masyarakat tidak panik. Ketika batu penanda 0 kilomter itu jadi, maka masyarakat yang melintasi jalan tersebut akan terasa berbeda. Pun untuk mempercepat pengerjaan, nantinya akan dikebut siang-malam.

“Penutupan itu sifatnya sementara untuk mengerjalan proyek 0 kilometer kota. Kalau itu sudah selesai separo (setengah.red) ya kita buka. Itu nanti saya suruh nglembur siang-malam sehingga kalau itu nanti dikerjakan tiga bulan, saya rasa dua bulan sudah selesai,” ungkapnya, Jum’at (18/6/2021).

Adapun rekayasa tersebut meliputi penutupan Jalan Cokroaminoto (Pos Tugu) sisi utara. Dari Jalan Pahlawan masih dapat masuk Jalan Panglima Sudirman depan Pasar Besar. Pengendara dapat melintasi Jalan Semeru menuju Aloon-aloon, ke arah Jalan Kolonel Marhadi, selanjutnya menuju ke Jalan Cokroaminoto. Sedangkan kendaraan dari Jalan Kolonel Marhadi masih bisa masuk ke Jalan Cokroaminoto.

Dua alur rekayasa lalu lintas juga diterapkan untuk menuju Jalan Cokroaminoto. Yaitu dari arah Jalan Pahlawan (Jalan Nasional), menuju Jalan Ahmad Yani, ke arah Jalan Pandan, menuju Aloon-aloon utara kemudian barat, menuju Jalan Kol. Marhadi, lalu Jalan Cokroaminoto. Atau, pengendara dari Jalan Pahlawan bisa menuju Jalan Semeru, ke arah Aloon-aloon utara menuju aloon-aloon barat, Jalan Kolonel Marhadi, untuk menuju Jalan Cokroaminoto.

Sedangkan dari Jalan Urip Sumoharjo menuju Jalan Panglima Sudirman atau Pasar Besar bisa melewati dua rute. Pertama yakni, dari Jalan Urip Sumoharjo menuju Jalan Ahmad Yani, belok kanan ke arah Jalan Pahlawan, kemudian menuju Jalan Panglima Sudirman.

Pilihan rute lainnya yaitu, Jalan Urip Sumoharjo, menuju Jalan Kolonel Marhadi, ke arah Jalan Panglima Sudirman menuju Jalan Cokroaminoto, lalu Jalan Sawo, melewati Jalan Wuni, Jalan Kenari, kemudian Jalan Panglima Sudirman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00