PPDB Online Tahap I Kota Madiun Ditutup, Ini Hasilnya

KBRN, Madiun: Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahap I di Kota Madiun resmi berakhir sejak 17 Juni lalu. Yakni untuk jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua/wali, jalur prestasi hasil lomba dan prestasi akademik atau nilai rapot. Hasilnya kuota sejumlah SMP Negeri tidak seluruhnya terisi 100 persen.

Kepala Bidang Kurikulum, Pembinaan Bahasa dan Sastra Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun, Slamet Hariyadi mengatakan, beberapa jalur di tahap I sepi pendaftar. Seperti salah satunya jalur prestasi akademik yang hanya diisi lima pendaftar saja di 14 SMPN di kota ini. Empat pendaftar di SMPN 1 dan satu pendaftar di SMPN 2. Sekolah lain nihil pendaftar di jalur tersebut.

Hal yang sama juga terjadi pada jalur perpindahan tugas orang tua. Seluruhnya terdapat 39 pendaftar dari total pagu 143 yang masuk di seluruh SMPN. Tercatat enam SMPN nihil pendaftar di jalur tersebut. Yakni SMPN 5, 6, 7, 9, 12, dan 14. Karenanya ia memprediksi banyak calon siswa yang mendaftar  di tahap II atau jalur zonasi.

“Ada beberapa sekolah yang masih kurang di beberapa jalur. Pada jalur prestasi lomba maupun akademik saja yang tidak terisi penuh. Sedangkan jalur afirmasi hampir semuanya penuh,” ujarnya, Jum’at (18/6/2021).

Hariyadi berpesan karena pendaftaran PPDB online hanya tersisa di jalur zonasi, maka calon siswa diminta hendaknya memilih sekolah dengan jarak terdekat dari tempat tinggal. Pada tahap ini, pendaftaran dibuka selama tiga hari, 22-24 Juni mendatang. Hariyadi menegaskan, Dindik memastikan seluruh sekolah memiliki mutu pendidikan yang sama.

Karenanya di tahap dua nanti, ia berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Ia memprediksi persaingan pada jalur zonasi nanti berlangsung ketat. Hariyadi memastikan jika masyarakat nekat mendaftar di sekolah yang jaraknya lebih jauh padahal ada sekolah yang lebih dekat, dipastikan merugi. Jika kalah bersaing jarak, tentu calon siswa tidak memiliki kesempatan mendaftar di sekolah negeri.

“Salah satu jalan ya memilih sekolah yang terdekat dengan rumah agar zonasi bisa diterima. Toh mutu pendidikannya masing-masing sekolah itu sama,'' pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00