Plengsengan Kali Terate Kota Madiun Ambrol

KBRN, Madiun: Plengsengan kali Terate di RT 04/02 Kelurahan Sukosari, Kota Madiun ambrol sepanjang 9 meter, Kamis (17/6/2021). Ketua RT 04, Said Muslim mengatakan, ambrolnya plengsengan itu kemungkinan disebabkan karena tidak mampu menampung debit air yang cukup tinggi pasca diguyur hujan deras selama hampir 4 jam.

Said menyebut, ambrolnya plengsengan itu bukan kalipertama terjadi. Namun sudah berulang kali mengalami kerusakan. Karenanya ia meminta dinas terkait segera melakukan perbaikan. Apalagi wilayah setempat merupakan daerah langganan banjir. Jika tidak segera diperbaiki ia khawatir, saat musim hujan tiba, luapan air kali Terate meluber ke pemukiman warga. Atas kejadian itu ia mengaku sudah melaporkan ke pihak kelurahan.

"Khusus di RT 04 dampaknya yang terkena banjir akibat luapan air kali itu ada 12 sampai 15 rumah. Sampai masuk ke dalam rumah airnya. Memang dulu sudah pernah ambrol malah berkali-kali. Diperbaiki ambrol lagi. Harapannya ya kalau dikerjakan lagi tolong konstruksinya diperkuat biar nggak bolak balik ambrol," katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun, Agus Hariono mengungkapkan, atas peristiwa itu pihaknya akan berkoordinasi dengan UPT PSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo di Madiun.

"Tatkala ada bantuan keuangan dari provinsi kami mencoba untuk mengusulkan (perbaikan) disana. Yang jelas kalau di bibir kali tidak ada bangunan rumah ya otomatis tidak ada beban berat dengan begitu plengsengan akan aman-aman saja," ungkapnya.

Sementara itu Kepala DPUPR Kota Madiun, Suwarno menjelaskan, plengsengan itu merupakan asset provinsi, bukan Pemkot Madiun. Karenanya ia akan berkoordinasi dengan DPU Pengairan Provinsi Jatim UPT PSDA WS Solo di Madiun agar perbaikan plengsengan itu dijadikan satu paket dengan perbaikan dam kali piring yang ambrol beberapa waktu lalu.

"Sudah saya laporkan ke provinsi itu, termasuk perbaikan dam kali piring yang ambrol itu. Sekarang nunggu proses dulu di provinsi bagaimana. Kalau nanti provinsi sudah angkat tangan, baru nanti kita melangkah," terangnya.

Suwarno berharap Pemprov Jatim segera merespon sejumlah titik plengsengan yang ambrol di wilayah Kota Madiun. Tujuannya untuk meminimalisasi hal-hal yang mungkin terjadi ketika musim hujan tiba.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00