Desa Glonggong Balerejo Kebanjiran Lagi

KBRN,  Madiun :  Desa Glonggong  Kecamatan  Balerejo mendapat limpahan air dari daerah hulu sungai Jerohan. Akibatnya ratusan warga terpaksa harus diungsikan ke tempat yang lebih aman. Menurut Suparno (45) warga desa Glonggong, air mulai masuk  ke desanya sekitar pukul 10.00 WIB, dan mulai deras pada sore hari (15/4/2021).

“Sepuluh siang. Pagi belum. Pagi belum. Mulai jam sepuluh tadi naik. Terus pas cepet-cepetnya itu mulai jam satu  sampai jam sampai sekarang”, katanya.

Sekitar pukul 17.00 hingga 18.00 WIB Air mulai stabil atau tidak menunjukkan kenaikan. Air yang menggenangi desa Glonggong dan puluhan hektar sawah di sekitarnya merupakan limpahan dari jebolnya tanggul di desa Kedungjati. Sedikitnya ada 6 RT di desa Glonggong yang terdampak banjir ini. Warga dari sejumlah RT tersebut diungsikan di 2 titik yang dinilai aman.  Menurut Sriana dari Puskesmas Balerejo, sedikitnya ada 195 lansia  yang perlu diperhatikan kesehatannya akibat banjir ini.

“Seratus sembilan puluh lima lansianya dari RT satu sampai sepuluh dusun Glonggong”, kata Sriana.

Dikatakannya, obat-obat yang dikirim bagi para lansia pengungsi tersebut antara lain obat diare, masuk angin, gatal-gatal, alergi dan sebagainya. Menurut sekretaris desa Glonggong, Sumanto, pihaknya juga menyediakan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi pengungsi.

“Sementara ini kita dari desa menyediakan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya. Terus nanti jika ada yang sakit, juga ada bantuan obat juga”, kata Sumanto.

Menurutnya, banjir yang melanda desanya kali ini merupakan yang terbesar kedua setelah banjir  tahun 2019 lalu.  Diperkirakan air akan surut tengah malam nanti atau jika air di kali Jerohan juga surut.  Selain desa Glonggong kecamatan Balerejo, bencana hidrometeorologi ini juga menimpa sejumlah daerah di Kabupaten Madiun antara lain di kecamatan Saradan, Mejayan, Pilangkenceng, Wonoasri dan kecamatan Dagangan.  (Haryo)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00