Ramadan, Semangat Ibadah dan Tetap Terapkan Prokes

KBRN, Ngawi : Ramadan 1442 Hijriyah tahun 2021 masih dalam suasana pendemi Covid-19. Namun demikian, pemerintah telah memberi kelonggaran dengan adanya kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kegiatan masyarakat termasuk ibadah di Masjid/Mushola untuk menghidupkan bulan Ramadan diperkenan oleh pemerintah, khususnya di daerah zona hijau dan kuning.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ngawi Dr. K. Halil Thahir, M.H.I. menyampaikan di bulan Ramadan ada amaliyah-amaliyah yang wajib dan sunah. Ibadah sunah juga banyak, ada sunah muakadah maupun sunah ghoiru muakadah. Ditengah Pendemi Covid-19 ini, pelaksanaan ibadah agar memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sebagaimana telah ditetapkan pemerintah. Masyarakat juga dapat merujuk pada Fatwa MUI No 14 tahun 2020, yang dinilai masih relevan untuk pelaksanaan ibadah di masa pendemi Covid-19.

“Kami sebagai MUI menyarankan untuk mengikuti protokol kesehatan (prokes) secara ketat, dan sekarang alhamdulillah tidak seperti tahun kemarin (2020) sampai penutupan masjid/musholla, untuk tarawih di rumah masing-masing. Sekarang sudah dibuka, yang penting protokol kesehatan 5M “kata Kyai Halil.

Data Dinas Kesehatan setempat, tercatat hingga 14 April 2021 jumlah akumulatif kasus Covid-19 di Kabupaten Ngawi sebanyak 1697 terkonfirmasi positif. Terinci 4 probable, 60 suspek, 1442 sembuh, 95 aktif dan 160 Meninggal dunia.(mk)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00