Ketum PPBI : Indonesia lebih Kaya Gaya dan Jenis Bonsai

KBRN, Madiun :  Seni tradisional hortikultura bonsai telah menyebar hingga  pelosok desa di Indonesia. Seni mengerdilkan tanaman ini  tidak hanya digemari kalangan elite, tetapi  juga kalangan masyarakat ekonomi biasa.  Berdirinya komunitas Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) dengan sebaran cabangnya di daerah  menandakan seni  bonsai telah merasuk  lebih luas di masyarakat Indonesia.  Ketua Umum PPBI Pusat, Erwin Lismar  pada Madiun Nyawiji Bonsai Festival di lapangan kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun, Sabtu (22/1/2022) mengatakan,  seni bonsai  di Indonesia sedikit berbeda dibanding di Jepang dan Cina.  Menurutnya, sebagai negara tropis, Indonesia lebih kaya akan gaya dan jenis bonsai

“Saya rasa kita punya nilai yang berbeda ya.  Jepang dan Cina punya karakter sendiri-sendiri.  Kalau kita di Indonesia karena negara tropis, kita sangat kaya akan gaya bonsai dan jenis bonsai tersebut”, kata Erwin.

Ada ratusan bahkan mungkin ribuan tanaman di Indonesia yang bisa dibonsai.  Dan saat ini, PPBI sedang menggalakkan  bonsai tanaman beringin,  anting putri, santigi,  jeruk kingkit, dan lain-lain.  Untuk lebih mengenalkan seni bonsai kepada masyarakat umum, masing-masing cabang diminta untuk menyelenggarakan pameran.  Pada bulan ini, kata Erwin, sedikitnya ada 8 daerah yang menggelar pameran bonsai.

“Di bulan Januari ini aja ada delapan event nasional menyebar di seluruh tanah air. Mudah-mudahan dengan kita kemas dengan baik, dan dapat kita sampaikan ke saudara-saudara kita baik di Indonesia  maupun di luar negeri”, katanya.

Selain pameran, untuk memperkenalkan seni bonsai PPBI juga telah membuat website yang bisa diakses di seluruh dunia.  Madiun Nyawiji Bonsai Festival yang diikuti 1025 peserta  dan belangsung hingga 27 Januari 2022  ini  bertujuan antara lain untuk mengembangkan kepariwisataan, seni dan budaya serta membuka peluang usaha.  Kegiatan ini juga ditandai dengan pelantikan dan pengukuhan 3 pengurus PPBI  se Jawa Timur, masing-masing  Kabupaten Madiun, Pacitan dan Tulungagung.  (Haryo)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar