Pemkab Madiun dan Perhutani Teken MoU Pengelolaan Hutan Lestari

KBRN, Madiun :  Pemerintah Kabupaten Madiun dan Perum Perhutani sepakat meningkatkan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan dan pengembangan kepariwisataan di wilayah hutan. Kesepakatan itu tertuang dalam Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Bupati Madiun, Ahmad Dawami dan Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur,  Kurniawan Purwanto Sanjaya di Pendapa Muda Graha, Rabu (22/12/2021).  Penandatanganan MoU itu sebagai payung hukum, sehingga pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi bisa terlindungi atau dengan kata lain pengelolaan hutan  oleh masyarakat menjadi kegiatan yang legal. Menurut bupati Madiun, Ahmad Dawami, meskipun sifatnya luas, MoU yang telah ditandatanginya memiliki satu komitmen yakni terciptanya hutan lestari.  

“MoU ini sifatnya luas, tapi satu komitmen  dari kita maupun dari perhutani, pengelolaan apa pun itu  harus basic-nya  hutan lestari. Itu yang terpenting”, kata bupati Ahmad Dawami.

Dengan kesepakatan itu diharapkan kelestarian hutan bisa terjaga dan ekonomi masyarakat sekitar hutan juga bisa meningkat. Oleh karena itu, dalam pengelolaan wilayah hutan sebagai destinasi wisata misalnya, terdapat ketentuan antara lain harus tetap menjaga tegakan dan fasilitas umum hanya disediakan 10 persen. Kepala Perum Perhutani Jawa Timur, Kurniawan Purwanto Sanjaya mengatakan, dengan telah adanya MoU itu, kepariwisataan di Kabupaten Madiun yang memanfaatkan kawasan hutan bisa dikelola secara profesional.

“Tentu nanti bisa dikembangkan manakala para penggiat wisata atau investor bisa bekerjasama dengan desa, dengan BUMDes atau misalnya untuk operasional yang lebih profesional”, kata Sanjaya.

Saat ini, ada sejumlah destinasi wisata di kabupaten Madiun yang berlokasi di lahan perhutani antara lain Waduk Bening di KPH Saradan, Dungus Forest Park, Wana Wisata Grape dan Raden Sekar Park di KPH Madiun, Nangka Ijo, Watu Rumpuk dan Sela Gedhong di KPH Lawu Ds.  Luas hutan di Kabupaten Madiun yang dikelola oleh Perum Perhutani mencapai 45.000 hektar. Dari hutan seluas itu, 40.000 hektar merupakan hutan produksi dan 5.000 hektar  hutan lindung. (Haryo)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar