Mahkota Dewa Narada di Pantai Buyutan Pacitan

KBRN, Madiun: Pantai Buyutan Pacitan, Jawa Timur memiliki ciri khas yang mudah dikenal wisatawan yakni mahkota Dewa Narada. Gugusan bukit batu karang yang menjadi ikon keindahan pantai tersebut. Jika diperhatikan baik-baik, tekstur batu yang berada di antara gugusan batu paling ujung sebelah barat tersebut memang sangat mirip dengan mahkota raja. Konon diyakini oleh masyarakat bahwa batu unik tersebut merupakan mahkota pimpinan para Batara atau Dewa yang tak lain adalah Narada dalam cerita pewayangan.

"Dahulu kala Batara Narada terbang melintas di atas Pantai Buyutan, namun secara tidak disengaja mahkota yang ada di kepala terjatuh. Lama-kelamaan berwujud menjadi sebuah batu karang. Makanya orang sini menyebutnya Batu Narada," kata salah satu petugas reservasi yang juga warga Desa Widoro, Nur Tepi, Sabtu (4/12/2021).

Dikutip dari laman timesindonesia.co.id selain Batu Narada, gugusan batu lainnya juga diberi nama oleh masyarakat setempat seperti gamelan kenong sehingga dinamai sebagai Watu Kenong dan batu yang paling lebar dinamai Watu Pasar karena bentuknya lebar seperti layaknya pasar. Ketika dilihat dari atas, tampak garis pantai yang memanjang dari timur ke barat berpadu dengan pasir putih ditambah suasana angin pantai laut selatan yang khas.

Sementara itu dua batu lainnya dinamakan Watu Kerun yaitu dua batu yang bentuknya terpisah. Batu terakhir memanjang dan paling dekat dengan pasir pantai adalah Watu Bale. Jika air laut sedang surut, maka pengunjung bisa naik ke atas sembari mengabadikan momen menakjubkan tersebut

"Paling enak saat cuaca cerah, pasirnya bersih dan keren. Baru pertama masuk ke sini sudah disambut dengan keindahan pantainya. Tebing di sisi timur juga sangat bagus, buat foto-foto juga oke," kata salah satu pengunjung asal Kota Bogor, Jawa Barat, Hendrix.

Hendrix mengaku memanfaatkan libur kerja bersama rekan kantor untuk berwisata ke Pacitan yang memang sangat terkenal dengan keindahan alam terutama pantainya.

"Sengaja berwisata ke Pacitan, penasaran keindahan Pantai Buyutan langsung gercep ke sini. Yang paling menawan perpaduan ombak dan pasir kontras sama birunya langit. Kebetulan cuaca tidak begitu panas," jelasnya.

Pantai Buyutan yang terkenal dengan Mahkota Dewa Narada sudah dilengkapi fasilitas yang cukup lengkap. Saat haus dan lapar, pengunjung bisa jajan makanan dan minuman khas Pacitan di sekitar area bibir pantai yang luas. Kamar mandi dan ruang ganti pun juga sudah tersedia bagi pengunjung usai bermain air di pantai. Tapi perlu hati-hati, saat ombak mengganas dilarang mandi, karena berbahaya.

Pantai Buyutan memang menjadi sasaran favorit berkemah dengan spot datar dan sangat cocok untuk didirikan tenda. Biasanya saat akhir pekan wisatawan kerap bermalam bersama keluarga. Tak perlu khawatir, biaya sewa tenda per malam cukup Rp10 ribu. Untuk harga tiket masuk, per orang usia dewasa dikenai  Rp10 ribu, sedangkan anak-anak hanya Rp5 ribu.

Tak hanya itu, jalan sebelum masuk ke bibir pantai juga sudah diberi pagar yang menambah eksotik pemandangan ikon Batu Dewa Narada sehingga secara otomatis pengunjung mengabadikannya dengan kamera.  Supaya mendapat momen yang pas, disarankan para pengunjung memilih waktu yang terbaik, yakni saat cuaca cerah antara pagi atau sore hari sambil menikmati sunset di ufuk barat Pantai Buyutan Pacitan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar