‘Jelajah Bakorwil’ Kompas Madya Ajak Masyarakat Explore Istana Merdeka-nya Madiun

KBRN, Madiun : Megah dan klasik, itulah kesan pertama yang muncul dari bangunan bersejarah di jalan Pahlawan No.31, Madiun Lor, Kec. Madiun, Kota Madiun itu. Bahkan sebagian menjuluki sebagai ‘Istana Merdeka’nya Madiun, karena satu-satunya gedung Loji  di wilayah Madiun Raya yang masih bisa dinikmati dengan kondisi yang cukup terawat.

Adalah Komunitas Pelestari Sejarah Madiun Raya (Kompas Madya) yang menyelenggarakan agenda blusukan atau jalan-jalan sejarah dengan tajuk  ‘Jelajah Bakorwil’ (Jalan-jalan Edukasi Sejarah Bakorwil) dengan tujuan ingin mengenalkan bangunan bersejarah peninggalan kolonial tersebut kepada khalayak.

Sebagaimana diketahui bekas gedung Residen Madiun yang dibangun pada 1830 silam itu kini digunakan oleh Pemerintahan Provinsi Jawa Timur sebagai Kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) I Madiun, setingkat pembantu gubernur yang berkedudukan di Madiun. Para peserta jelajahpun antusias mengikuti kegiatan tersebut, Minggu (28/11/2021).

Peserta Jelajah Bakorwil Saat Foto Bersama Usai Blusukan dan Diskusi di Ruang Gala Dinner Gedung Bakorwil I Madiun, Minggu (28/11/2021)

Hardian Purnama Candra, salah satu peserta jelajah Bakorwil mengaku kagum dengan nuansa dan arsitektur bangunan, rasa penasarannya selama ini akhirnya terobati. Pasalnya Siswa SMAN 2 Kota Madiun ini sejak kecil bersekolah di lokasi tak jauh dari Gedung Bakorwil, mulai SDN Guntur, SMPN 1 Kota Madiun dan hanya bisa melihat bangunan dari jauh

“Tertarik agenda ini tau dari instagram. Sekolah saya dari dulu dekat sini, tapi ini pertama kali masuk Bakorwil dan ternyata dalamnya bagus, Bangunannya dari depan juga megah,” kata Hardian.

“Ternyata keren sekali, lebih bagus dari apa yang saya bayangkan, sejarahnya juga menarik sebagai peninggalan belanda,” imbuh Dani sapaan akrab Hardian.

Dia pun berharap agenda sejenis terus berjalan, dan target bukan hanya orang umum namun anak- anak sekolah seperti dirinya, karena masih banyak teman-temannya yang belum mengenal sejarah.

Kepala Bakorwil I Madiun Eddy Supriyanto melalui Kasubag Penyusunan Program (Sungram) Bakorwil I Madiun Gatot Subroto mengapresiasi kegiatan Jelajah Bakorwil yang diinisiasi Kompas Madya apalagi peserta didominasi kawula muda.

“Kami mewakili Bapak Kepala Bakorwil mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan jalan-jalan sejarah dan edukasi di Bakorwil. Terus terang kami apresiasi dan bangga, masih ada anak-anak muda yang getol dan peduli sejarah,” ungkap Gatot.

Penyerahan Cinderamata Foto Gedung Residen/Bakorwil Tempo Dulu oleh Ketua Kompas Madya, Septian Dwita Kharisma (kiri) Diterima oleh Kasubag Sungram Bakorwil I Madiun, Gatot Subroto, didampingi Penasehat Kompas Madya Sulung Setya Wahono (tengah) Minggu (28/11/2021)

Iapun menyatakan Gedung Bakorwil sebagai situs peninggalan kolonial belanda banyak menyimpan sejarah dan cocok untuk edukasi kepada generasi muda sehingga perlu untuk terus digali dan di explore.

“Harapannya kedepan kegiatan seperti ini bisa diadakan kembali, mungkin setahun bisa dua atau 3 kali. Tujuan kita edukasi, khususnya kepada kaum muda yang sudah digencar dengan kegiatan IT. Dan tentu juga kami harapkan kepada semua teman-teman panitia tetap semangat, dan jangan kendor,” harap Gatot.

Sementara itu Ketua Kompas Madya Septian Dwita Kharisma menyebut antusias masyarakat cukup tinggi untuk mengikuti program jelajah Bakorwil. Bahkan panitia terpaksa membatasi dan menolak sebagian peserta untuk mematuhi protokol kesehatan. Ia menyambut baik minat sejarah yang trendnya semakin positif.

“Luar biasa, blusukan atau jelajah Bakorwil kali ini diikuti berbagai kalangan. Ada pelajar, mahasiswa, guru, pegiat sosial, pegiat sejarah dan sebagainya. Jadi agenda ini sangat cocok untuk mengedukasi kita bahwa di Madiun ini ada situs sejarah yang besar peninggalan era kolonial,” ujar Septian.

Septian pun menegaskan Gedung Bakorwil menjadi situs yang layak untuk dikunjungi dan diteliti karena memiliki sejarah dan pengaruh di eranya, karena menjadi pusat pemerintahan di wilayah Eks. Karesidenan Madiun.

“Alhamdulillah antusias semua, karena mayoritas peserta baru pertama melihat gedung Bakorwil. Selama ini ada anggapan kantor ini terbatas dan sulit diakses, maka agenda blusukan ini adalah momentumnya,” lanjutnya.

Peserta Jelajah Bakorwil Foto Bersama Saat Blusukan dan Diskusi di Gedung Bakorwil I Madiun, Minggu (28/11/2021)

Dengan agenda tersebut diharapkan dapat merubah persepsi publik soal bangunan bersejarah, termasuk banguanan peninggalan kolonial dan bisa menjadi motivasi bagi pemangku kebijakan saat ini dalam proses pembangunan kota.

“Saya kira pelajaran pentingnya kita ingin menghilangkan persepsi bahwa rumah sejarah atau kolonial itu tidak angker, memiliki nilai edukasi dan memiliki nilai pembelajaran dan harus jadi penyemangat untuk membangun kota ini kedepannya,”pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar