TP PKK Kab. Madiun : Sebagai Warisan Leluhur, Batik Harus Dilestarikan

KBRN, Madiun :  Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun  menyelenggarakan pelatihan membatik ecoprint bagi anggota koperasi wanita (kopwan) Putri Dumilah.  Kegiatan yang digelar di gedung Serba Guna Pemkab Madiun itu diikuti 55  orang berlangsung selama dua hari (20-21/10/2020). Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Penta Lianawati mengatakan, batik sebagai warisan seni budaya leluhur bangsa dan  bisa menjadi identitas suatu daerah  perlu dilestarikan keberadaannya.  Indonesia yang kaya akan seni budaya, kata Penta, setiap daerahnya memiliki ciri khas batik masing-masing.

“ Batik itu banyak mengandung makna.  Di Indonesia ini budayanya sangat banyak sekali.  Di situ hampir setiap daerah mempunyai  cirikhas batik masing-masing sesuai geografisnya masing-masing”, katanya.

Kabupaten Madiun memiliki kondisi geografis bermacam-macam  mulai dari dataran rendah,  pegunungan, perkotaan dan pedesaan. Kondisi demikian, kata Penta, bisa menjadi motif atau corak batik khas Madiun. Sementara ini, motif batik khas Kabupaten Madiun antara lain beras kutah, serat jati, tanaman porang, keris tundung Mediun, kampung pesilat dan kesenian dongkrek.  Ia berpesan kepada para peserta pelatihan untuk mengembangkan motif-motif tersebut dalam karyanya dengan menggunakan dedaunan untuk pewarnaannya. Sementara pelatihan membatik ecoprint yang setiap sesi diikuti  25 orang itu, menurut Penta, bertujuan agar para wanita bisa memanfaatkan waktunya di tengah pandemi covid-19 dengan tetap berkarya dan berinovasi.

“Kita membina koperasi wanita Putri Dumilah itu bisa berkarya, mungkin di saat pandemi covid-19, kaum perempuan juga harus punya inovasi punya celah-selah apa yang kita bisa laksanakan  salah satunya yaitu kita dengan belajar membatik ecoprint”, katanya.

Dipilihnya batik ecoprint dalam pelatihan ini atas pertimbangan sebagai tahap awal belajar membatik sebelum melangkah ke pembelajaran batik tulis. Diharapkannya, para anggota kopwan Putri Dumilah  memiliki  jiwa wira usaha  dan jiwa seni sehingga bisa mengembangkan seni kriya dan seni yang lain disamping  batik.  (Haryo)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00