Hilangkan Kesan Angker, Warga Kota Madiun Hias Makam dengan Cat Warna Warni

KBRN, Madiun : Menghias kampung dengan mengecat dinding rumah para penduduk dengan cat warna-warni sudah banyak dilakukan di berbagai daerah. Namun, jika yang dicat warna warni itu sebuah kijing atau nisan di kompleks pemakaman umum, mungkin belum banyak dilakukan.

Pengecetan kijing atau nisan warna warni ini bisa ditemui di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dukuh Nguwot, Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Makam tersebut dicat oleh warga dengan biaya swadaya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Tawangrejo, Gunawan mengatakan, pengecatan makam warna warni sengaja dilakukan untuk menghilangkan kesan horor atau angker seperti pemakaman pada umumnya. Pengecatan membutuhkan waktu selama sebulan lengkap dengan menghias TPU tersebut dengan lampion dan penambahan lampu penerangan di kompleks makam.

“Kalau makam yang dulu itu kan kesannya menakutkan kalau dibuat seperti ini kan makam itu seolah-olah sama seperti tempat rekreasi. Jadi anak kecil pun tidak takut masuk makam. Ini kan kalau malam lampunya terang jadi kesan menakutkan itu hilang,” kata Gunawan, Kamis (25/6/2020).

Sementara itu Lurah Tawangrejo, Karneli membenarkan, ide pengecetan warna warni terhadap  kijing di makam murni dari warga. Kedepan, pihaknya akan melakukan hal serupa di TPU lain, sehingga kegiatan yang sudah baik perlu dipertahankan. Kebersihan makam dan lingkungan juga akan ditingkatkan. Tidak menutup kemungkinan, nantinya akan dijadikan tempat wisata religi, sebagai bagian dari pemberian edukasi kepada anak-anak.

“Tentunya ini kita sampaikan kepada masyarakat bahwa makam ini kan tempat kita terakhir, tentunya jangan sampai makam itu terkesan seram. Makanya inovasi dari masyarakat, disini dilengkapi dengan lampu sehingga kalau malam bisa terang. Dulunya jarang disobo (disambangi), alhamdulillah masyarakat banyak yang kesini,” kata Karneli.

Adapun yang dicat selain kijing atau batu nisan, warga juga mengecat akses masuk ke makam termasuk pagar yang mengelilingi makam. Kemudian di sepanjang pintu masuk dan di dalam makam juga ditanami aneka bunga hias sehingga kesan menakutkan hilang. Biaya yang dikeluarkan warga setempat pun cukup banyak sekitar Rp10 juta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00