Ramai-ramai Tes ASN, Mau Jadi Pejabat atau Mengabdi Rakyat ?

Editorial RRI Madiun, Edisi Minggu (19/9/2021).

KBRN, Madiun : Meski sudah memasuki zaman milenial dengan beragam pilihan profesi saat ini katanya, namun nyatanya hal itu tak menghapus keinginan sebagian masyarakat kita untuk menjadi abdi egara dengan mmenjadi Pegawai Negeri Sipil atau ASN. Dan ternyata pelamarnyapun banyak dari kalangan milenial.

Alasannyapun masih klasik, jaminan dana pensiun yang menjanjikan adalah salah satu motivasi orang membuat orang tertarik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Selain hal-hal lain yang dianggap menguntungkan. Seperti jaminan penghasilan yang tetap hingga kemudahan akses mendapat akses pinjaman ke perbankan atau kredit lainnya hanya berbekal SK PNS.

Untuk diketahui kebutuhan ASN/PNS pada tahun ini sebanyak 1.275.387 formasi yang tersebar di intansi pusat dan daerah seluruh Indonesia.

Jumlah pelamar seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021 yang dirilis Badan Kepegawaian Negara (BKN) cukup fantastis. Ada 4.217.903 orang yang melamaran dan telah mengisi formulir, 3.7 juta orang diantaranya telah mengirimkan (submit) berkas lamaran kepada instansi yang dituju. Dan saat ini sedang mengikuti seleksi di beberapa daerah.

Sementara itu, disisi lain kita juga mafhum bahwa citra Kinerja PNS yang dinilai kurang professional selama ini masih sulit dihapus.

Untuk itu pemerintah terus memperbaiki mekanisme perekrutan Aparatur Sipil Negara dari tahun ketahun. Tak lagi dengan cara konvensional, selesksi CPNS telah lama menggunukan ujian berbasis komputer (Computer Assisted Test) dengan syarat Passing Grade atau nilai ambang batas yang meliputi Sekeksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Biokrasi (Kemenpan RB) pun telah mengumumkan nilai ambang batas atau passing grade Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2021.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil, SKD adalah seleksi yang mengukur kemampuan dan karakteristik dalam diri seseorang berupa pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang menjadi ciri-ciri seorang PNS Republik Indonesia.

Sedangkan SKB adalah seleksi yang mengukur kemampuan dan karakteristik dalam diri seseorang berupa pengetahuan, keterampilan, perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya.

Dengan seprangkat seleksi yang sedemikian rupa semoga akan terjaring para abdi negara yang berkualitas dan berintegritas.

Itu semua dilakukan semata untuk menjaring kualitas SDM putra-putri bangsa terbaik, memiliki kapasitas, kapabilitas dan berintegritas. Sekaligus menjawab keraguan publik atas proses seleksi yang adil dan transparan.

Pun dengan kesejahteraan ASN yang terus ditingkatan sudah seharusnya diimbangi dengan kinerja dan pelayanan professional dari para abdi negara.

Alih-alih ingin menjadi birokrat apalagi pejabat, menjadi aparatur Sipil Negara harus menjadi kesempatan mengabdikan diri kepada rakyat.

Ingat karena gaji yang diterima adalah jerihpayah dari tangisan dan keringat masyarakat. Bukan lagi zamannya menjadi abdi Negara bak raja dan sok ningrat.(YAF/Foto : Antara)

Komentar ditulis oleh Yusron Al-Fatah, (Jurnalis/Anggota Redaksi RRI Madiun).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00