Pelaku Penganiayaan Polisi Di Aceh Utara Dijerat Undang Udang Darurat

KBRN Lhokseumawe: Setelah dua pekan dinyatakan buron, Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe berhasil membekuk Pelaku pembacokan Personil Polisi yang terjadi pada 9 Januari lalu diWilayah Hukum Mapolsek Murah Mulia Aceh Utara. Pelaku berinisial Zf  (29 tahun) yang sempat melarikan diri keluar daerah dikatakan Kapolres Lhokseumawe Akbp Eko Hartanto SIK, berhasil ditangkap petugas tanpa perlawanan ditempat persembunyian dikawasan Desa Lam Pulo Kuta Alam Banda Aceh minngu malam, ketika ditangkap ia sedang berbaur bersama para Nelayan didesa setempat.

Selain menggelar barang bukti sebilah pedang Samurai milik pelaku, dalam Konfrensi Pers diaula Serbaguna Senin sore (25/01/2821), Kapolres yang ikut didampingi Kasat Reskrim juga merilis Kronoligis kejadian yang berawal dari teguran aktifitas permainan Game hingga larut malam diwarung Internet yang dilaporkan menuai keluhan dan kerasahaan dilingkungan warga setempat.

,"Pada saat anak anak dibubarkan dilokasi itu, pelaku datang sambil memegang sebilah pedang Samurai pelaku menyerang korban yang pada saat itu datang bersama sejumlah tokoh masyarakat desa setempat bertujuan menegur aktifitas diwarung internet yang sedang diramaikan anak anak.,” Sebut Kapolres mengawali Konprensi Pers bersama wartawan 

Meskipun aksi pembacokan menggunakan Pedang Samurai ini tidak persis melukai, namun korban yang berpakaian personil polisi bertugas di Mapolsek Murah Mulia sempat diancam bunuh setelah mengalami penganiayaan berat yang dilakulan secara berulang kali oleh pelaku.

,”tidak puas menganiaya pelaku bersenjata Pedang Samurai ini juga mengancam akan membunuh korban yang sudah tidak berdaya akibat penganiayaan berat dilkukan secara berulang kali.” Jelas Kapolres Akbp Eko Hartanto sambil menunjukkan pedagang Samurai dipergunakan tersangka pada saat kejadian.

Akibat penganiaam berat yang dilakukan tersangka  secara berulang kali korban personil polisi bertugas di Mapolsek Murah Mulia Aceh Utara terpaksa dirawat intensif karena mengalami luka memar disekujur tubuh. Perbuatan tersangka menyerang petugas berpakaian dinas dan kepemilikan senjata tajam  tersangka dijerat dengan pasal 365 kuhp Undang Undang Darurat dengan  Ancaman Pidana maksimal 12 tahun kurungan penjara.

,”Ia dinyatakan bersalah atas dasar kepemilikan Senjata tajam Ia dijerat dengan Undang Undang Darurat Republik Indonesia no12 tahun 1951 subs pasal 351 KUHP pidana,“ tegas Kapolres

Selain masih melengkapi berkas perkara pelaku penganiayaan Polisi, jajaran Kepolisian juga masih akan melakukan pemeriksaan kejiwaan tersngka yang mengaku khilaf melakukan perbuatan tersebut karena alasan sedang mabuk.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00