Pacaran Berkirim Foto Vulgar, Putus Beredar Medsos

KBRN, Lhokseumawe: Tukang Pangkas berinisial SM (18) Warga Dusun Perumnas Gampoeng Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe, meringkuk di sel tahanan Mapolres Lhokseumawe akibat perbuatannya menyebarkan foto vulgar mantan pacarnya ke Akun Media Sosial (Medsos) pada 15 November 2020 Pukul 22.30 Wib.

Perbuatan tersangka diadukan mantan pacarnya berinisial AY (18) Warga Lr Damai Gampoeng Batuphat Barat, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe didampingi seorang saksi berinisial AAP yang merupakan teman dekat korban.

Dalam pengaduannya itu, korban menceritakan pada hari dan tanggal tersebut dirinya diberitahukan oleh temannya (Saksi) ada melihat tersangka SM mengupload foto vulgar miliknya di status Whatsapp (WA) tersangka. 

Setelah mendapat informasi dari rekannya itu, AY meminta tolong kepada AAP untuk menanyakan apa tujuan SM melakukan hal tersebut, kemudian dijawab SM kepada AAP "sakit di balas sakit" sembari melakukan ancaman terhadap saksi.

Tak cukup sampai disitu saja, pada hari berikutnya tanggal 16 November 2020, korban AY melihat kembali tersangka SM mengupload kembali foto vulgar milik AY di status WA. Setelahnya korban mengirimkan pesan WA kepada mantan kekasihnya itu namun dijawab oleh tersangka "akan membuat korban benar-benar malu", dilanjutkan dengan ancaman sampai kapanpun akan menganggu dirinya.

Sebelumnya korban AY bersama tersangka SM memiliki hubungan asmara yang saat ini telah berpisah. Selama itu, korban pernah mengirimkan foto-foto pribadi vulgar miliknya kepada tersangka SM. 

"Selain melakukan penahanan terhadap tersangka, kita juga mengamankan barang bukti berupa 12 lembar screenshoot status WA tersangka oleh korban dan saksi, serta percakapan diantara ketiganya. Disamping itu, diamankan juga barang bukti HP Merk Samsung J7+ milik tersangka", ujar Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, dalam konferensi pers di mapolres setempat, Minggu (22/11/2020).

Tersangka dijerat dengan pasal 29 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana kurungan penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 Milyar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00