Selama 2019 Kasus Penganiyaan Mendominasi di Aceh Utara

KBRN, Lhoksukon : Kasus tindak pidana kriminal atau kejahatan yang ditangani Kepolisian  Resor (Polres) Aceh Utara dan jajaran terhitung sejak Januari hingga awal Desember 2019 mencapai 322 kasus, Namun yang paling menonjol 

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui melalui Kasat Reskrim AKP Adhitya Pratama kepada sejumlah wartawan saat konferensi pers di Mapolres, Kamis (5/12/2019), menyebutkan, dari 322 kasus tersebut yang menonjol kasus penganiyaan sebanyak 78 kasus, disusul penipuan 47 kasus, kemudian pencurian 57 kasus dan  curanmor 9 kasus.

“Jika dibandingkan tahun 2018, mengalami peningkatan sekitar enam persen, dari 308 kasus, yang menonjol masih tetap penganiyaan 67 kasus, disusul penipuan 50 kasus, pencurian  45 kasus dan curanmor 10 kasus, mengalami peningkatan sekitar 6 persen.”kata AKP Adhitya.

Dikatakan, untuk tahun 2019, untuk tahap penyelesaian 164 kasus dan yang masih tunggakan 158 kasus, sedangkan tahun 2018 untuk penyelesaian 157 kasus dan tunggakan 151 kasus.

“Khusus dalam penangganan kasus tunggakan kami akan meningkat upaya penyelidikan dan penyidikan, untuk penyelesaian kasus penganiyaan mengalami peningkatan 16 persen, penipuan 6 persen, pencurian 27 persen dan curanmor 10 persen,”rincinya,

Selain itu AKP Adhitya menambahkan, untuk penyelesaian kasus-kasus yang ditangani itu, pihaknya tidak mesti harus berpatokan pada P21 saja, karena sebelum memasuki tahap ke penyidikan pihaknya diberikan suatu kewenangan untuk menyelesaikan kasus secara kekeluargaan ataupun perdamaian dan itu diakomodir oleh Perkab No 06 Tahun 2019.

"Ada sejumlah kasus bersifat domestik  misalnya kasus penganiyaan ayah terhadap ibunya atau anak terhadap orang tuanya. Selain itu, kita juga ada SP3 dan SP3 ini apabila ada kejadian yang bukan tindak pidana ataupun orang tersebut meninggal," pungkasnya. (FUL/MS).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00