Cegah PMK, Satlantas Polres Aceh Tamiang Laksanakan Pos Check Point Di Perbatasan Aceh – Sumut

KBRN,Aceh Tamiang : Berbagai upaya yang dilakukan petugas gabungan di Kabupaten Aceh Tamiang untuk mengantisipasi penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Satlantas Polres Aceh Tamiang bersama Tim Gabungan (TNI – POLRI dan Satpol PP) memperketat pengawasan mobil pengangkut hewan ternak di perbatasan Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Langkah ini dilakukan setelah ribuan sapi di daerah itu diketahui terjangkit wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Ada pun Pos Check Point bertempat digedung UPPKB Seumadam Jl. Lintas Sumatera Banda Aceh – Medan Kec. Kejuruan Muda Kab. Aceh Tamiang. Senin (26/06/2022) dinihari.

Ada pun kegiatan sasaran yaitu Masyarakat yang akan memasuki wilayah Aceh tepatnya di perbatasan Aceh Tamiang Langkat Sumut dan Kendaraan yang membawa hewan ternak sapi.

Pengangkutan hewan ini menjadi perhatian, terlebih kasus PMK terbanyak ditemukan di Aceh Tamiang. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Sumatera Utara.

Ada pun Tujuan kegiatan tersebut yaitu diharapkan dapat menekan angka penyebaran Covid 19 di wilayah Provinsi Aceh dan mengantisipasi menyebarnya wabah penyakit PMK hewan ternak sapi yang akan masuk dari Provinsi Sumut menuju Provinsi Aceh.

Posko Check Point di Perbatasan Aceh-Sumatera Utara (Sumut), persisnya di Perbatasan Kabupaten Aceh Tamiang (Atam)-Kabupaten Langkat, Provinsi Aceh sebagai tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Aceh Nomor 12 tahun 2021 tertanggal 6 Juli 2021 yang mengatur tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro (PPKM Mikro) yang mulai berlaku

Di bidang transportasi memberlakukan penguatan, pengendalian, dan pengawasan orang pada Posko Check Point di perbatasan Aceh dan Kabupaten/kota, dengan melibatkan Tim Gabung yaitu TNI – POLRi dan Satpol PP.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali SIK melalui Kasat Lantas Polres Aceh Tamiang IPTU Jufni, MH mengatakan nantinya pos akan memeriksa hewan ternak yang keluar masuk.

Selain itu, ada juga petugas yang memeriksa surat kesehatan hewan yang akan dipasarkan atau dikirim.

“Melakukan pemeriksaan dan membatasi pergerakan hewan kaitannya dalam rangka kita megeliminir dan membatasi penyebaran penyakit mulut dan kuku,” kata Iptu Jufni, MH

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar