Anggota DPR RI Tinjau Bendungan Krueng Pase Yang Rusak Parah

KBRN, Lhoksukon :  Anggota Komisi IV, DPR RI asal Aceh, Ir H TA Khalid mendesak pemerintah Provinsi dan pusat untuk membangun secara permanen Bendung Krueng Pase peninggalan Belanda di Desa Leubok Tuwe Kecamatan Meurah Mulia Aceh Utara, yang sudah rusak parah sejak beberapa tahun terakhir .

Hal itu dikatakan politisi Partai Gerindra saat meninjau lokasi Bendung Krueng Pase bersama Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, Jafar ST, anggota DPRA, Ridwan Yunus, DPRK Aceh Utara,Terpiadi  A Majid dan tokoh masyarakat, Rabu (25/12/2019).

Ir H TA Khalid kepada RRI menyebutkan, kehadirannya kelokasi bendung tersebut atas permintaan masyarakat dan dinas PUPR terkait kondisi irigasi yang sangat memprihatinkan sejak beberapa tahun terakhir.

“Sebenarnya ini ranah anggota DPR RI Komisi V, karena menyangkut dengan mitra kami tentang pertanian (irigasi), apalagi ada 8.932 hektare yang sangat bergantung dari irigasi tersebut, sementara kondisinya saat ini sudah sangat parah, sehingga pemerintah harus segera menanganganinya.”kata TA Khalid, Rabu (25/12/2019).

Ditambahkan, dirinya berkunjung bersama anggota DPRA dan DPRK dari Partai Gerindra ke lokasi, agar nantinya dapat sama-sama memperjuangkan irigasi tersebut supaya bisa dibangun dengan permanen tidak hanya rehap.

“Saya nanti akan menyelesaikan di tingkat pusat. Sementara anggota dewan disini dapat menyelesaikan persoalan di daerah, salah satunya terkait  Bendung Krueng Pase. Jika kondisi seperti ini tidak akan terciptanya swambada pangan,”terangnya.

Sementara itu, Kabid SDA Dinas PUPR Aceh Utara, Jafar ST menyebutkan pihaknya telah mengusulkan pembangunan bendung Krueng Pase lewat forum Musrenbang, baik Musrenbang Provinsi maupun Musrenbang Nasional,

“Irigasi tersebut harus secepatnya dibangun atau direhab, karena jika terjadi banjir akan berdampak  keribuan lahan pertanian di 9 kecamatan di Aceh Utara, sehingga perlu percepatan pembangunan irigasi tersebut, dan ini perlu dukungan dan bantuan dari Pemerintah Pusat termasuk DPR daerah dan Pusat.”terangnya.

Ketua Forum Komunikasi Peduli Petani Pemakai Air (FKP3A) Irigasi Krueng Pase, Ismail Yusuf menambahkan, Bendung ini menjadi irigasi satu-satunya untuk mengairi sawah di sembilan kecamatan di Aceh Utara.

“Jadi, tak ada sumber air lain yang bisa dimanfaatkan warga selain bendung ini, maka kami masyarakat petani mengharapkan kepada Pemerintah, agar dapat  membangun secara permanen pada  tahun 2020,”harapnya.(FUL/DY).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00